Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Ledakan Saat Ngaben Massal, Begini Keterangan Pemilik Kompor
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Insiden tabung kompor pembakaran mayat meledak membuat kaget pemilik kompor, Made Suarta. Dia tidak tahu kenapa kompor bisa meledak. Padahal kompor biasa digunakan saat acara ngaben.
Saat ngaben di setra Selat, dia bersama anak buahnya membawa 10 kompor dengan 4 tabung berukuran besar. “Saya tidak tahu pasti kenapa kompornya bisa meledak,” ujarnya.
Sebelum digunakan sudah dilakukan pengecekan. Kompornya menggunakan bahan bakar solar dengan pemompanya menggunakan bensin. Tabungnya warna hitam telah termodifikasi. Ukurannya lebih besar dari tabung gas biasa.
“Saya juga tidak tahu situasinya tadi, tidak menyangka kejadian bisa begini,” ujarnya.
Sementara Kelian Adat, I Wayan Suartawan mengatakan terdapat 60 sawa dalam pengaben massal tersebut. Ia tidak mengetahui persis kronologisnya. Sebab pihaknya sedang mempersiapkan keperluan untuk Nganyut ke pantai. Saat terjadinya insiden tersebut ia tidak sedang berada di lokasi.
“Saya sedang tidak di lokasi, tiba-tiba mendengar laporan tersebut dari masyarakat saya jadi gemetar,” ujarnya.
Ia mengatakan terdapat 9 orang mengalami luka bakar sedang mendapat perawatan di RSUD Sanjiwani. Dimana 3 petugas kompor pembakaran dan lima warganya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8105 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5667 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2395 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan