Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Peran Balawista di Kuta dari Penyelamat Hingga Bantu Upacara
BERITABALI.COM, BADUNG.
Peran balawista atau penyelamat pantai di Bali tidak sekadar untuk menjaga keamanan pantai namun juga membantu jika ada prosesi upacara seperti nganyut.
Seperti petugas Balawisata di Kuta yang siap siaga jika sewaktu-waktu terjadi insiden tenggelam dan membantu warga saat upacara Nganyut.
Wayan (29) yang merupakan salah satu penyelamat Pantai Kuta yang tergabung dalam Balawista Kabupaten Badung menuturkan setiap harinya ditugaskan untuk berjaga di Pantai Kuta, meski penugasannya terbagi menjadi 2 shift setiap harinya.
“Kalau tugas biasanya dibagi jadi 2 shift. Shift pagi dari jam 7 pagi sampai 12 siang, terus jam 2 siang sampai sunset,” ujarnya saat ditemui di pinggir Pantai Kuta, Jumat (19/8/2022).
Pria yang hanya ingin dipanggil nama depannya saja ini menyatakan bahwa tidak ada syarat fisik khusus untuk mengikuti tahap seleksi menjadi penyelamat pantai. Namun, tahapan seleksi yang dilalui memang sudah mencakup semua kompetensi untuk menjadi penyelamat pantai.
“Kalau seleksinya selama sepuluh hari. Itu awalnya dapat tes tulis, kemudian interview tatap muka, dan terakhir tes untuk berenang 400 meter di pantai,” tuturnya.
Wayan juga menambahkan bahwa kompetensi Bahasa Inggris menjadi hal yang wajib dikuasai juga, terlebih banyak wisatawan asing yang menjadi pengunjung.
Pria yang memang sejak dulu berkeinginan menjadi penyelamat pantai ini mengatakan bahwa tugas utamanya memang untuk mengawasi jika ada pengunjung yang tenggelam.
Namun, terkadang juga ada penugasan untuk membantu mengawasi prosesi nganyut (upacara pelepasan abu pembakaran mayat dalam tradisi Hindu Bali).
“Utamanya memang untuk menjaga kalau ada yang tenggelam. Tapi kadang bisa diminta bantuan untuk mengawasi kalau ada nganyut,” tuturnya.
Pria yang sudah 5 tahun menjadi penyelamat pantai ini mengaku kerap menemui pengunjung yang melanggar aturan keamanan pantai.“Ya sering, banyak yang bandel. Kita kan sudah ada menetapkan batas-batas (untuk berenang), tapi banyak yang melanggar,” tuturnya.
Walaupun menjalani pekerjaan dengan risiko yang tinggi saat bertugas, ia dan keluarganya juga tidak merasa khawatir terhadap tugasnya.
Terlebih, menjadi penyelamat pantai adalah pekerjaan yang ia senangi dan pantai seperti sudah menjadi rumah kedua baginya. (sumber:suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8166 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5679 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3550 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2402 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan