Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Bom Mobil di Moskow Tewaskan Putri Sekutu Putin
BERITABALI.COM, DUNIA.
Darya Dugina, anak dari filsuf Rusia, Alexander Dugin, tewas dalam sebuah ledakan mobil pada Sabtu (20/8) waktu setempat. Alexander Dugin dikenal sebagai 'Putin's brain' atau sosok di balik invasi Rusia ke Ukraina pada Februari lalu.
Informasi tewasnya Dugina pertama kali dikabarkan oleh media pemerintah Rusia. Mobil yang ditumpanginya meledak di dekat desa Bolshiye Vyazemi, wilayah Moskow.
Ledakan itu diduga terjadi setelah hampir 10 menit Dugina mengemudi pulang dari menghadiri festival musik dan sastra.
Sang ayah, Alexander Dugin, seharusnya berada di kendaraan yang sama. Hanya saja, pada malam itu, keduanya mengendarai mobil berbeda.
Sebagaimana dikutip New York Post, beberapa saat setelah ledakan, Alexander Dugin tiba di tempat kejadian. Pihak berwenang Rusia saat ini sedang melakukan investigasi terkait ledakan itu.
Mereka masih menduga-duga apakah ledakan ini memang ada kaitannya dengan peran Alexander Dugin yang merupakan filsuf politik terkenal dan pendukung ideologi 'Dunia Rusia' dan 'Rusia Baru'.
Ini juga berkaitan dengan kemungkinan dorongan yang diberikan Dugin untuk Presiden Rusia Vladimir Putin dalam menyerang Ukraina.
Dugin sendiri memang kerap dijuluki sebagai 'Putin's brain'. Keduanya dikabarkan memiliki hubungan dekat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8182 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5684 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3552 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2403 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan