Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Wisatawan Tiongkok Segera ke Bali, Dubes: Bahkan Lebih Banyak
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Wayan Koster berharap wisatawan Tiongkok untuk segera datang ke Bali sehingga memberikan dampak besar bagi pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali.
Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Tiongkok untuk negara-negara ASEAN, H.E Deng Xijun di Jayasabha, Denpasar pada Jumat (19/8) pagi.
Gubernur Koster dalam kesempatan tersebut, menjelaskan kondisi penanganan pandemi covid-19 di Bali yang sudah sangat baik dan kondisinya sudah sangat aman untuk dikunjungi oleh wisatawan mancanegara (wisman).
“Kami akan menunggu kedatangan kembali wisatawan asal tiongkok, yang memang sebelum pandemi merupakan salah satu negara asal wisatawan terbanyak ke Bali, saya mohon yang mulia Dubes bisa mendorong pemerintah Tiongkok untuk mengizinkan warganya ke Bali,” harap Gubernur Koster.
Ia menyebut bahwa setiap tahunnya sebelum pandemi hampir 1,2 juta warga Tiongkok mengunjungi Bali. “Kalau ini bisa terwujud, tentu akan memberikan dampak besar bagi pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali,” imbuhnya.
Sehubungan dengan itu, Gubernur Koster juga menyebutkan bahwa saat ini Bali sedang gencar dibangun untuk menjaga alamnya agar tetap lestari , harmonis dan survive di era global.
“Kami juga gencar membangun infrastruktur, menghubungkan sentra-sentra ekonomi, mendorong kemandirian energi melalui energi bersih dari hulu sampai hilir hingga penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai,” terang pria asal Sembiran, Kabupaten Buleleng ini.
Pun demikian dengan pemanfaatan produk-produk lokal Bali yang menjadi sumber kehidupan dan perekonomian warga lokal Bali, menurut Gubernur alumni ITB Bandung ini kini juga sedang digalakkan dengan upaya pemanfaatan produk lokal yang dihasilkan alam Bali.
“Ada beras, salak, jeruk, sayuran hingga arak tradisional Bali,” jelasnya.
Semuanya menurut Gubernur Koster merupakan bagian dari transformasi ekonomi yang dijalankan untuk menyeimbangkan sentra perekonomian dan mengurangi ketergantungan Bali pada sektor pariwisata.
Sementara, Dalam pertemuan yang juga merupakan kunjungan pertama H.E Dubes Xijun ke Pulau Dewata tersebut, dirinya mengucapkan selamat atas dipilihnya Bali sebagai venue utama penyelenggaraan Konferensi tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan dihelat November mendatang.
“Saya ucapkan selamat, dimana pemimpin-pemimpin dunia termasuk Presiden (Tiongkok,red) Xi Jinping akan hadir ke Bali,” tukas Dubes Xijun.
Dubes Xijun juga menyampaikan bahwa dalam Bali punya peran yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kerjasama Tiongkok dengan negara-negara ASEAN, terutama Indonesia.
“Hubungan yang telah terjalin ini kita jaga dengan baik, dengan perasaan senasib sepenanggungan,” katanya lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Xijun juga memuji Bali sebagai daerah yang sangat mengesankan dan tidak mengherankan menjadi destinasi favorit bagi wisatawan asal Tiongkok untuk berwisata, terlebih sebelum masa pandmei covid-19.
“Saya sendiri percaya seiring dengan waktu dan pemulihan, maka wisatawan Tiongkok akan kembali datang ke Bali, bahkan lebih banyak,” tandasnya.
“Saya juga mengucapkan selamat atas penanganan dan pemulihan pasca pandemi yang saya anggap luar biasa, sehingga sekarang kondisi sudah kondusif,” imbuhnya lagi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4227 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1444 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 875 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 764 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun