Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Jelang KTT G20, Polairud Gencar Patroli di Perairan Karangasem
Antisipasi Pelabuhan Tikus
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Jelang gelaran KTT G20 pada bulan November 2022 mendatang, Sat Polairud Polres Karangasem gencar memantau situasi perairan di wilayah Karangasem.
Kasat Pol Air Polres Karangasem, AKP. I Gusti Agung Bagus Suteja dikonfirmasi, Senin (22/8/2022) mengatakan, pagi ini personel turun melaksanakan patroli perairan di kawasan Perairan Selatan Karangasem.
"Kita gencarkan kegiatan patroli, untuk memastikan situasi perairan wilayah hukum Polres Karangasem dalam keadaan aman apalagi dengan semakin ramainya kunjungan wisatawan dan menjelang rangkaian kegiatan G20, " ujarnya.
Dalam patroli tersebut selain fokus memantau aktivitas masyarakat nelayan dan aktivitas wisata perairan (Dive, Snorkling, atau memancing) juga sebagai upaya deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas.
Oleh sebab itu, pihaknya juga inten melakukan pemantauan pesisir - pesisir yang dianggap rawan menjadi pelabuhan tikus kapal kecil, Speed Boat atau pun jukung untuk keluar-masuk Bali.
"Kami akan terus berupaya untuk mengamankan perairan tetap kondusif untuk memberi rasa nyaman bagi pengguna perairan dan wisatawan," imbuh Suteja.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4227 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1444 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 876 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 764 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun