Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
5 Fakta Jurnalis Dibentak Brimob di Sidang Etik Sambo
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sidang kode etik yang dijalani oleh mantan Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo kemarin (25/08/2022) berlangsung di Trans National Crime Center (TNCC) Mabes Polri selama 16 jam.
Sidang itu diwarnai dengan aksi seorang anggota Brimob yang tiba-tiba menghampiri para jurnalis yang berada di dalam TNCC. Anggota Brimob itu langsung membentak jurnalis yang berbondong-bondong memasuki area sekitaran ruang sidang.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Simak inilah 5 fakta jurnalis dibentak Brimob selengkapnya.
Diperbolehkan masuk untuk meliput Ferdy Sambo
Walau sidang kode etik yang dilakukan Ferdy Sambo adalah sidang tertutup, namun akhirnya pihak Mabes Polri memperbolehkan para jurnalis untuk masuk ke area sekitaran ruang sidang.
Ini demi mendapatkan informasi terbaru soal sidang etik yang sedang dijalani Ferdy Sambo buntut kasus pembunuhan Brigadir J.
Para jurnalis dan wartawan berdesakan
Namun, di tengah tengah proses sidang kode etik, para jurnalis dan wartawan pun berdesakan untuk masuk ke area TNCC. Kondisi area ruang sidang yang tidak terlalu besar dengan pembatas sehingga mempersempit ruang gerak para jurnalis.
Situasi tersebut justru memicu kemarahan dari anggota Brimob yang bertugas menjaga ketertiban selama berlangsungnya sidang etik.
Anggota Brimob tiba-tiba marah
Melihat kericuhan yang terjadi, seorang anggota Brimob lengkap dengan senjata dan jaket anti peluru tiba tiba mendatangi gerombongan wartawan dan berteriak. Anggota Brimob ini bahkan sampai mau mengusir wartawan.
"Woi wartawan, dengar kalian. Kalau tidak tertib saya tidak peduli, keluar kalian semua!" bentak anggota Brimob tersebut di hadapan semua wartawan.
Anggota Brimob disarankan DPR untuk minta maaf
Video anggota Brimob yang membentak para jurnalis itu pun viral di media sosial hingga terdengar di telinga para anggota DPR.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni pun menyoroti hal ini. Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian karena informasi seputar kasus itu juga bisa diketahui masyarakat berkat para wartawan yang bekerja langsung di lapangan.
"Saya rasa ini walau persoalan yang tidak besar, harus diselesaikan dengan baik dengan saling diskusi dan memaafkan. Minta maaf kepada awak media yang datang sangat disarankan," kata Ahmad Sahroni saat ditemui wartawan pada Kamis (25/08/2022) kemarin.
Ramai dengan komentar warganet
Tak hanya pejabat publik, tindakan anggota Brimob ini juga mendapat atensi dari warganet. Banyak komentar negatif yang muncul dengan mengaitkan sikap Brimob terhadap warga sipil selama ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 4945 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3419 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2144 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 857 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan