Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Putin Beri Bonus Finansial Bagi Mereka Yang Tinggalkan Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin meneken dekrit yang mengatur pemberian manfaat finansial bagi mereka yang meninggalkan Ukraina ke negara tersebut. Manfaat-manfaat fianansial itu termasuk pula diberikan kepada pensiunan, perempuan hamil, dan penyandang disabilitas.
Mengutip dari Reuters, dekrit itu telah dipublikasi di portal pemerintahan Rusia. Di sana disebutkan akan ada bantuan keuangan pensiun sebesar 10 ribu rubel (setara sekitar Rp2,46 juta) bagi mereka yang meninggalkan Ukraina.
Penyandang disabilitas, hingga perempuan hamil pun mendapatkan dukungan finansial yang sama.
Pada dekrit itu tertulis pembayaran itu akan dibuat bagi warga Ukraina dan wilayah yang Rusia sebut sebagai Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk. Donetks dan Luhansk sebelumnya adalah dua wilayah Ukraina, yang ingin dikuasai Rusia via miilsi-milisi pendukungnya.
Pada 18 Februari lalu, Putin pun telah memerintahkan siapapun yang tiba di Rusia dari Donetsk dan Luhansk akan dibayar sekitar 10 ribu rubel.
Moskow--pusat pemerintahan Rusia--mengklaim mereka hanya membantu kelompok penutur bahasa Rusia yang selama ini selalu dipersekusi pemerintah Ukraina di Donetk dan Luhansk.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4361 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1474 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1149 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 965 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 900 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun