Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Raja Bali Dikawal Pasukan Bersenjata Panah Beracun
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sosok Raja Bali di tahun 1500-an ini antara lain ditulis oleh Aernoudt Lintgenzoon, seorang warga Eropa yang berada di Bali dalam jangka waktu lama.
Tulisan berjudul "Verhael Bant Gheenne mij op't eijllant van baelle" atau "The Story of What Befell Me on The Island of Bali (1856)" ini dibuat sebagai laporan kepada para donatur pelayaran pertama bangsa Belanda.
Raja Bali (diduga Dalem Seganing, raja Bali yang pertama kali bertemu pendatang Belanda pada tahun 1597) suka plesiran atau jalan-jalan. Salah satunya ke pantai untuk melihat kapal penjelajah Belanda yang saat itu sedang berlabuh di sekitar pantai Kuta.
Salah satu kapal dipimpin Pauwels Van Caerden, yang menjadi salah satu kapal rombongan kapal penjelajah Belanda dibawah komando Cornelis De Houtman.
Saat plesiran, raja digambarkan menggunakan kereta hias dengan empat pahatan indah. Kereta Raja Bali digambarkan mempunyai dua roda seperti yang ada di Belanda waktu itu.
Sang raja duduk di tempat kusir dan menjalankan kereta sendiri dengan cemeti di tangannya. Di depannya ada 30 laki laki berjalan lengkap dengan tombak yang ujungnya terbuat dari baja.
Panjang tombak sekitar satu kaki dan ujung pangkalnya terbuat dari emas. Mereka diiringi lagi 500 sampai 600 pengikut yang juga membawa tombak berwarna perak.
Pengiring raja juga menggenggam pedang dan tameng lengkap dengan wadah anak panah beracun dan busur yang selalu siap kapan dibutuhkan. Belati atau keris pusaka raja selalu dibawa seorang pengikut setia kemanapun dia pergi.
Ujung pangkal belati atau keris raja terbuat dari emas mahal dengan berat sekitar 1 kilogram.
Semua belati atau keris raja dan bangsawan terlihat menawan dan bertahtakan perhiasan. Sarungnya juga dihiasi dengan bermacam macam batu hias.
Tulisan Aernoudt Lintgenzoon yang kemudian disusun dalam buku "Bali Tempo Doeloe" oleh Adrian Vickers ini menyebutkan, Raja Bali memiliki empat buah rumah pengintai di depan istana, lengkap dengan berbagai senjata termasuk meriam besi dan baja, bubuk mesiu dan peluru.
Beberapa tombak milik prajurit raja, panjangnya 20 kaki dan berlapis emas, diukir dan dilukis indah. Juga ada senjata sumpit panah beracun, serta tameng dari kulit tebal yang dipadatkan
Selain raja yang hidup makmur dan kaya raya, sosok "kijlloer" atau Menteri Utama yang menjadi Kepala Pemerintahan juga digambarkan sebagai sosok kaya raya dan punya istri banyak.
Menteri Utama Raja Bali waktu itu disebut mempunya 10 istri belum termasuk dayang-dayang. Ia bisa tidur dengan istri atau dayang-dayangnya kapan saja ia mau. Menteri utama juga punya anak laki berumur 7 tahun.
Jika ia meninggal sebelum anaknya umur 12 tahun, maka semua harta diserahkan ke raja. Anaknya hidup dari kebaikan raja dan semua milik Menteri Utama akan menjadi milik Raja.
"Kijlloer" merupakan orang terkaya kedua setelah raja. Salah satu harta yang sempat dilihat penulis adalah delapan keris dengan hiasan emas masing-masing seberat 1 kilogram, tiga cangkir emas, serta wadah pinang berlapis emas.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2497 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun