Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Putin Klaim Rusia Sudah Lewati Masa Sulit Efek Sanksi Barat
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya sudah mulai lepas dari dampak sanksi ekonomi yang dijatuhkan negara-negara Barat. Ia menyebut situasi di Rusia sudah mulai kembali normal.
Baca juga:
Bar Karaoke Kebakaran, 32 Orang Tewas
Dalam sebuah pidato di Forum Ekonomi Timur di kota Vladivostok, Putin mengatakan pengangguran di negara itu mulai berada di angka 3,9 persen. Selain itu, inflasi di Rusia sudah mulai menurun.
"Kami pikir puncak situasi telah berlalu. Situasi menjadi normal," kata Putin dikutip AFP, Rabu, (7/9/2022).
Putin masih menggarisbawahi beberapa ancaman yang diberikan sanksi Barat pada perekonomian negaranya. Ancaman itu yakni inflasi dan ketergantungan beberapa perusahaan kepada impor dari Eropa.
"Kenaikan harga masih merupakan ancaman tertentu. Ini mempengaruhi standar hidup dan ekonomi secara keseluruhan."
"Masih ada 'masalah' terkait pengenaan sanksi, khususnya bagi perusahaan yang dipasok dari Eropa," papar pemimpin yang juga mantan intelijen itu.
Putin sendiri juga menjanjikan bahwa ekonomi Rusia akan tetap kuat.
Ini ditopang oleh sumber daya alam Negeri Beruang Putih yang sangat kaya.
"Rusia mungkin satu-satunya negara yang mampu mandiri dalam sumber daya alam saat satu per satu, pekerjaan dan perusahaan menghilang di Eropa," tambahnya.
Sanksi Barat telah menargetkan sektor energi dan perbankan Rusia. Hal ini dilakukan untuk menggembosi pendapatan Rusia yang diduga akan digunakan untuk perang di Ukraina.
Inflasi di negara itu melonjak ke level tertinggi dua dekade di bulan April. Setelah itu, inflasi agak melambat, tetapi tetap tinggi dengan berada di level 15,1 persen di bulan Juli.
Bank sentral Rusia memproyeksikan kontraksi ekonomi antara empat dan enam persen untuk seluruh 2022 dan kemudian kontraksi lebih lanjut antara satu dan empat persen untuk 2023. Setelah itu, di 2024, Moskow memperkirakan bahwa ekonomi akan kembali tumbuh.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3792 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1739 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang