Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Ilmuwan Temukan Hiu Raksasa Diduga Megalodon
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ilmuwan dibuat terkejut dengan penemuan apa yang tampak seperti “Megalodon” setinggi 50 kaki atau 15,24 meter di Samudra Atlantik. Sebuah posting Instagram yang merinci dugaan "penemuan" saat ini membuat gelombang di tengah momok hiu yang mengganggu perairan AS.
“Pada perjalanan penelitian hiu baru-baru ini, kami semua melihat bentuk ini muncul di pencari ikan kami selama beberapa menit,” tulis para peneliti di Institut Hiu Atlantik mengenai bentuk menyeramkan yang terdeteksi di perairan yang dirahasiakan.
Mereka awalnya mengira itu sebagai Megalodon, hiu prasejarah yang telah punah selama tiga juta tahun, dilansir laman New York Post, Kamis (8/9/2022).
Tangkapan layar terlampir dari pencari ikan menunjukkan tanda besar, yang tampaknya berbentuk hiu raksasa lengkap dengan sirip punggung. Sayangnya, kegembiraan para ilmuwan dengan cepat memudar setelah monster mitos itu berubah menjadi sekumpulan ikan — dengan kata lain, itu adalah ikan haring merah.
“Kami menunggu salah satu tongkatnya lepas, namun, yang membuat kami kecewa, bentuknya mulai berubah menjadi kumpulan besar Atlantic Mackerel yang tergantung di sekitar kapal selama sekitar 15 menit,” keluh para peneliti yang kecewa.
“Sangat dekat, tapi sejauh ini! Megalodon (Otodus megalodon), menghilang lebih dari 3 juta tahun yang lalu dan kemungkinan akan tetap seperti itu, tetapi, selama beberapa menit, kami pikir dia telah kembali!”tambah peneliti.
Sampai sekarang, belum ada yang melihat Megalodon, juga dikenal sebagai hiu Megatooth, yang dilaporkan punah sekitar 2,58 juta tahun yang lalu, menurut Encyclopedia Britannica.
Ikan terbesar yang pernah dikenal, Megalodon, dilaporkan memiliki berat hingga 143.000 pon dan mencapai panjang maksimum 59 kaki - tiga kali lebih panjang dari hiu putih besar terbesar.
Predator mengerikan itu juga memiliki mulut selebar 10 kaki, yang kabarnya digunakan untuk melahap paus dan mangsa berukuran besar lainnya.
Sementara hiu itu sendiri belum terlihat oleh mata manusia, fosil gigi kolosalnya cukup umum dengan penemuan baru-baru ini datang pada 2020, ketika seorang perempuan Carolina Selatan menemukan satu yang beratnya satu pon.
Dalam insiden serupa tahun lalu, penumpang kapal pesiar terperangah setelah melihat hiu raksasa di Samudra Atlantik yang banyak pengguna media sosial berspekulasi adalah Megalodon.
Namun, yang lain menduga bahwa binatang itu adalah hiu penjemur, filter feeder yang tidak berbahaya sebesar bus tingkat.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4463 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2238 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1013 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 949 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun