Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Pemerintah Jepang Kaji Rencana Hapus Syarat Visa Turis
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemerintah Jepang sedang berencana untuk menghapus syarat visa turis dari sejumlah negara sebagai bagian dari pelonggaran lebih lanjut terkait kontrol perbatasan pencegahan COVID-19.
Menurut Fuji News Network pada Senin (12/9), Perdana Menteri Fumio Kishida kemungkinan akan memutuskan pelonggaran tersebut, yang juga akan mengizinkan pelancong individu masuk ke Jepang tanpa jasa agen perjalanan, secepatnya pekan ini.
Jepang tidak mengharuskan visa turis bagi 68 negara dan wilayah sebelum pandemi. Menurut laporan surat kabar Nikkei, Minggu, pemerintah kemungkinan akan menghapus batas kedatangan harian mulai Oktober.
Wakil kepala sekretaris kabinet Seiji Kihara dalam salah satu program televisi pada Minggu mengatakan bahwa "melemahnya nilai mata uang Yen paling efektif dalam menarik wisatawan asing". Ia juga menambahkan bahwa langkah lebih lanjut harus dilakukan untuk menarik pengunjung asing.
Pekan lalu otoritas Jepang menaikkan batas penerimaan pelancong asing harian dari 20.000 menjadi 50.000 dan menghapus syarat tes COVID-19 sebelum keberangkatan, mengurangi apa yang menjadi salah satu aturan perbatasan paling ketat di kalangan negara ekonomi utama. [Antara]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2256 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 950 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun