Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kasus Pertama Cacar Monyet China Ditemukan di Chongqing
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kasus pertama cacar monyet atau monkeypox di China ditemukan di Kota Chongqing, Jumat (16/9/2022), yang diidentfikasi sebagai kasus impor. Seorang pasien menunjukkan gejala mencurigakan, seperti ruam, saat dikarantina atas dugaan COVID-19, demikian Komisi Kesehatan Kota Chongqing.
Tes PCR pasien tersebut negatif COVID-19, namun positif cacar monyet sebagaimana hasil tes dan diagnosis yang diverifikasi pakar kesehatan tingkat lokal dan nasional.
Komisi Kesehatan Chongqing mengungkapkan bahwa kesehatan pasien di rumah sakit rujukan dalam kondisi stabil.
Sejumlah kontak dekat yang berhasil dilacak sedang diisolasi untuk observasi medis sebagaimana diberitakan media setempat, Sabtu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 23 Juli 2022 mengumumkan merebaknya cacar monyet harus menjadi perhatian komunitas global setelah beberapa kasus ditemukan di sejumlah negara, seperti Eropa dan Amerika Serikat.
Otoritas kesehatan China memformulasikan tata cara diagnosis, perawatan, pencegahan, dan pengendalian. Hong Kong melaporkan kasus cacar monyet pertamanya pada 6 September lalu yang menimpa seseorang yang baru melakukan perjalanan dari Filipina. [Antara]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1977 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun