Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Putin Perintahkan Wamil, Jerman Hingga Inggris Buka Suara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi parsial wajib militer pada Rabu (21/9). Pengumuman Putin ini membuat sejumlah negara bereaksi.
Baca juga:
Kapal Perang AS-Kanada Masuk Selat Taiwan
Penasihat kepresidenan Ukraina Mykhailo Podolyak menilai mobilisasi Rusia saat ini merupakan langkah yang diperkirakan. Ia juga menilai perang saat ini berlangsung tak sesuai dengan rencana Moskow.
Dalam pesan teks kepada Reuters, Podolyak mengatakan Putin mencoba mengubah kesalahannya karena memulai perang di Ukraina dan situasi ekonomi yang memburuk di Rusia.
"Pendekatan yang sangat diprediksi, yang tampak lebih mirip sebagai upaya pembenaran atas kegagalan mereka," tulis Podolyak.
"Perang jelas berlangsung tak sesuai skenario Rusia, dan maka dari itu membuat Putin memutuskan kebijakan yang sangat tak populer, yakni untuk memobilisasi dan sangat membatasi hak masyarakat."
Sementara itu, Wakil Kanselir Jerman Robert Habeck menilai langkah Rusia ini mengeskalasi konflik di Ukraina.
"[Keputusan itu] merupakan langkah yang buruk dan salah dari Rusia, dan tentu saja kami akan mendiskusikan dan mengkonsultasikan secara politik terkait bagaimana meresponsnya," kata Habeck.
Baca juga:
Heboh Wanita Iran Ramai-Ramai Bakar Hijab
Tak hanya itu, Menteri Kantor Luar Negeri Inggris Gillian Keegan menuturkan bahwa pernyataan Putin tersebut harus ditindaklanjuti secara serius.
"Tentu saja ini sesuatu yang harus kami atasi dengan sangat serius, karena Anda tahu, kami tidak bertanggung jawab atas itu," kata Keegan kepada Sky News, dikutip dari Reuters.
"Ini mengerikan. Ini adalah ancaman serius, tetapi bukan yang pertama kali," ujarnya dalam wawancara bersama BBC.
Sebagaimana diberitakan AFP, Putin memerintahkan mobilisasi parsial di Rusia kala invasi Moskow di Ukraina hampir mencapai tujuh bulan.
"Saya menilai merupakan keharusan untuk mendukung proposal Kementerian Pertahanan dan Staf Umum untuk melakukan mobilisasi parsial di Federasi Rusia," kata Putin dalam pidato kenegaraannya yang disiarkan di televisi.
Putin juga menegaskan dekrit yang sejalan dengan mobilisasi ini. Dekrit ini berlaku pada Rabu (21/9).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan