Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Konversi Gas ke Kompor Listrik, Pengusaha Ini Akan Raup Cuan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemerintah akan mencanangkan program konversi energi dari kompor gas ke kompor listrik. Diketahui program ini akan berdampak pada keuntungan sejumlah pemilik modal, salah satunya pengusaha Hartono bersaudara, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.
Perusahaan keluarga Hartono yang diuntungkan dari kebijakan ini adalah PT Hartono Istana Teknologi atau Polytron. Perusahaan alat elektronik ini dikabarkan bakal memproduksi satu juta unit kompor listrik pada 2023 mendatang.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengungkapkan PT Hartono Istana Teknologi merupakan salah satu perusahaan yang akan meningkatkan produksi kompor listrik untuk mendukung program konversi gas ke kompor listrik yang dicanangkan pemerintah. Apalagi kini distribusi gas melon bersubsidi ukuran 3 kg mulai dibatasi.
Dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI Rabu (21/9/2022) Taufiek memaparkan sebenarnya tahun ini Indonesia bisa memproduksi 300.000 unit kompor listrik baru. Nantinya kapasitas itu akan ditingkatkan jika pemerintah telah mengeluarkan spesifikasi khusus mengenai kebutuhan kompor listrik pengganti LPG.
Melansir website resminya, diketahui Polytron berdiri sejak tahun 1975 di Kudus, Jawa Tengah. Produk pertamanya adalah televisi. Kemudian, pada 1984 perusahaan mengeluarkan audio compo.
Hingga saat ini, Polytron terus mengembangkan produknya hingga menghasilkan berbagai macam peralatan elektronik lainnya.
Seiring dengan perkembangan zaman, Polytron turut andil dalam mengembangkan produk kesehatan dan kendaraan listrik (EV). Hingga kini, Polytron berhasil meraih berbagai penghargaan dan tetap fokus pada research & development untuk mencapai misi dan visinya ke depan.
Nama Hartono bersaudara memang sudah tak asing lagi di dunia industri di Indonesia. Majalah Forbes dalam tajuk Indonesia’s 50 Richest baru-baru ini menobatkan Budi Hartono sebagai orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan USD 38,8 miliar.
Robert Budi Hartono atau Oei Hwie Tjhong adalah putra kedua pendiri perusahaan Djarum Grup Oei Wie Gwan. Dia lahir di Semarang, 28 April 1940.
Perjalanan di dunia bisnis dimulai Budi Hartono muda saat dirinya mewarisi perusahaan yang hampir bangkrut di usia 22 tahun dari kedua orang tuanya.
Saat itu Djarum yang berpusat di Kudus mengalami kebakaran hebat dan di tahun yang sama Oei Wie Gwan juga meninggal dunia. Namun, di tangan dia dan sang kakak, Michael Bambang Hartono, perusahaan itu berbalik arah dan sukses menguasai pangsa pasar dalam dan luar negeri.
Amerika serikat menjadi importir terbesar perusahaan rokok ini. Setiap tahun sekitar 48 miliar batang rokok atau sekitar 20 persen dari total produksi nasional diekspor ke Negeri Paman Sam tersebut. Djarum kemudian berkembang menjadi grup bisnis dengan melebarkan sayap di bidang agrobisnis, investasi, media, dan properti, serta teknologi. (sumber: Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4493 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2305 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1891 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1583 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1029 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun