Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
2 Pemuda Bawa Rumah Adat Berbahan Limbah di PKPI Gorontalo
BERITABALI.COM, NTB.
Baiq Atikah Badzlina dan Hairul Maulana Sofyan siap mewakili Nusa Tenggara Barat pada kegiatan Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia (PKPI) tahun 2022 di Provinsi Gorontalo pada tanggal 6 sampai 10 Oktober 2022 mendatang.
Keduanya telah melewati seleksi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB pada tanggal 24 September yang lalu.
Kedua perwakilan NTB tersebut akan membawa inovasi kearifan lokal yang ada di NTB dalam bidang fashion dan kriya. Baiq Atikah akan membawakan inovasinya kombinasi antara tenun asli NTB dengan mutiara yang keduanya merupakan ikon daerah di level Nasional.
Sementara Hairul akan membawakan rumah adat NTB yaitu Dalam Loka dan Bale Lumbung dengan bahan dasar kombinasi antara limbah alam dan limbah plastik, sesuai dengan misi NTB Asri dan Lestari.
“Misi saya nanti di Gorontalo adalah menang dan memperkenalkan rumah adat NTB yaitu Dalam Loka dan Bale Lumbung dengan bahan dasar Kombinasi antara limbah alam dan limbah plastik, karena menurut saya dua rumah adat itu sudah cukup untuk menginterpretasikan Indahnya NTB," tutur Hairul saat diwawancara di Mataram, Jumat (30/9).
Hairul menjelaskan bahan yang akan digunakan dalam membuat miniature rumah adat NTB tersebut Eceng Gondok, Ultramilk, Kresek/kantong plastik bekas, Stick eskrim, bambu, dan kayu. Ia berharap dengan mengikuti PKPI tahun 2022 Putera Puteri Daerah lebih melek terhadap potensi dan kekayaan yang dimiliki oleh NTB. Pria kelahiran Jorong, 9 April 1999 berharap dengan tangan" kreatifitas dan luasnya jangkauan media sosial, bisa menjadi salah satu lumbung penghasilan masyarakat di tengah gempuran ekonomi yang kian merosot.
“Saya rasa dengan mencurahkan rasa ke dalam karya yang dimiliki akan membuat value yang tak ternilai,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Baiq Atikah menjelaskan inovasi yang akan dibawanya. Yakni memperkenalkan bahwa NTB memiliki beragam jenis kain tenun. Karena menurut Atikah, tenun NTB memiliki motif yang unik dan menarik. Seperti Tenun Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, memiliki warna yang soft dan lembut, sementara tenun Bima memiliki warna yang kuat dan mencolok.
“Saya memiliki inovasi yang akan dikembangkan, seperti kombinasi tenun dengan mutiara, sehingga tercipta harmonisasi tenun dan mutiara yang menjadi ikon NTB di level Nasional,” tutur gadis kelahiran Mataram, 19 Oktober 1999 tersebut.
Baiq Atikah berharap sebagai perwakilan NTB, bisa menginspirasi kaum milenial di era pasca pandemi dan mampu membuktikan bahwa kita bisa bangkit dari keterpurukan selama 2 tahun kemarin. Selain itu sebagai kaum milenial, ia berharap bisa mengoptimalkan budaya dan kearifan lokal yang ada, seperti misalnya NTB memiliki beragam jenis kain tenun.
“Selain kita elok dan cantik dibuatnya, kita juga secara tidak langsung membantu perekonomian bagi para penenun - penenun dan mengurangi angka pengangguran yang ada di NTB,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3050 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1826 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun