Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tragedi MTsN 19 Jakarta Tewaskan 3 Anak, Pemkot Berbenah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Wali Kota Depok Mohammad Idris turut berduka cita atas robohnya tembok Madrasah Tsanawiyah Negeri atau MTsN 19 Jakarta Selatan. Dalam kejadian itu, tiga siswa meninggal dunia terhantam tembok di depan sekolah.
Adapun dua siswa yang tewas, yakni Dicka Safa Ghifari dan Muh. Adnan Efendi merupakan warga Kota Depok, Jawa Barat. Idris pun mengungkapkan belasungkawa atas peristiwa tersebut.
"Saya Wali Kota Depok, Mohammad Idris turut belasungkawa atas wafatnya dua anak kita (Depok), Ananda Dicka Safa Ghifari dan Ananda Muh. Adnan Efendi dari musibah robohnya tembok beton yang terjadi di MTs Negeri 19 Jakata," kata Idris di Depok, Jumat (7/10/2022).
Walkot Depok ini mendoakan agar almarhum agar diterima di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dan husnul khatimah. Ia juga mendoakan keluarga korban agar diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan itu.
"Mudah-mudahan Allah SWT menggantikan dengan yang lebih baik dari musibah ini," ungkap Idris.
Buntut kejadian itu, Idris langsung menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban. Salah satunya melalui program Depok Sedekah Bersama (D'Saber).
"Ini yang saya bilang carikan bantuan, sumbangan yang tidak bersumber pada APBD. Kita juga punya D'Saber bisa kita sisihkan untuk mereka," ujar Idris.
Tak hanya itu, Idris juga langsung memberikan pesan kepada seluruh siswa di Kota Depok untuk selalu waspada, khususnya saat bermain. Hal ini bisa dilakukan dengan menghindari lokasi yang berpotensi bencana, terutama saat masuk musim penghujan.
Idris juga mengingatkan dengan tegas lembaga ataupun perusahaan untuk selalu memperhatikan bangunan mereka agar tidak terjadi peristiwa serupa. Jika bangunan sudah rawan, maka segera diganti atau diperbaiki.
"Jika bermain dilihat temboknya sudah lama atau belum. Lalu, untuk lembaga, perusahaan jika pagarnya sudah doyong, segera perbaiki karena berbahaya bagi pejalan kaki dan pengguna kendaraan. Bagi guru-guru juga harus tetap melakukan pengawasan," pungkasnya. [ANTARA]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan