Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Titik langganan Banjir Desa Pengambengan Mulai Berkurang
Proyek Drainase Pemkab Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Curah hujan tinggi mengguyur wilayah Jembrana menyebabkan banjir di beberapa titik. Tak terkecuali di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara.
Namun, banjir kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni ada pengurangan sejumlah titik banjir di wilayah itu.
Perbekel Desa Pengambengan Kamaruzzaman mengatakan program penanggulangan banjir pada 2022 berupa pembangunan saluran drainase oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana berdampak signifikan. Kendati belum rampung 100 persen, namun manfaat pembangunan drainase yang saat ini berlangsung mulai dirasakan mengurangi volume banjir.
Kamaruzzaman menyebut, hal itu dapat dilihat dengan menurunnya titik banjir di wilayahnya dibandingkan tahun sebelumnya.
"Ada penurunan sekarang. Kampung Kedunen contohnya. Tahun lalu hampir keseluruhan kampung kedunen banjir. Tapi sekarang cuma sebagian," ujarnya.
Bahkan di Banjar Kelapa Balian yang langganan banjir di rumah warga, sekarang aliran air cepat surut.
"Saya kira ini efektif terlebih nanti saat sudah rampung 100 persen. Karena saluran drainase yang dibangun tepat di titik jalur banjir. Harapannya semoga jalur drainase ini ditambah, di jalur provinsi, sepanjang 1 km (di sebelah kantor desa)," ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Sumber Daya Air Jembrana I Gede Sugianta menjelaskan proyek drainase yang saat ini dibangun Pemkab Jembrana untuk pengendalian banjir di Desa Pengambengan.
Panjangnya mencapai 800 meter, bersumber dari APBD induk 2022 dengan nilai kontrak Rp1,36 miliar. Saat ini pengerjaannya baru mencapai 50 persen dan ditarget rampung pada akhir november 2022.
"Drainase untuk pengendalian banjir mengurangi debit air dilingkungan pengambengan. Tujuannya untuk mengurangi banjir, air yang masuk masuk ke rumah warga sebelumnya kita alirkan sampai di kolam labu," urai Sugianta.
Dijelaskannya, proyek itu saat ini belum tuntas sepenuhnya dan tengah dikerjakan. Saluran air itu dibangun dari depan sirkuit all in one hingga sampai d ikolam labu pengambengan.
"Saat ini memang tengah dikerjakan tapi dari laporan warga dampaknya mulai dirasakan. Kita harapkan mampu menjadi solusi mengurangi debit banjir," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 610 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 581 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 371 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 316 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun