Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Selena Gomez Ungkap Dulu Tak Mau Jadi Seterkenal Sekarang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Selena Gomez telah merilis trailer pertama dokumenternya, yang berjudul Selena Gomez: My Mind & Me, yang akan tayang pada 4 November 2022 mendatang di Apple TV+. Dalam trailer pertamanya, Selena Gomez menceritakan kisah hidupnya sedari kecil hingga sekaran.
"Sepanjang hidupku, sejak aku masih kecil, aku telah bekerja," tuturnya sambil menangis, mengutip dari Page Six.
Selena Gomez mengaku tidak ingin menjadi sosok yang sangat terkenal seperti sekarang.
"Aku tidak ingin menjadi, sangat terkenal. Tetapi aku tahu bahwa jika aku di sini, aku harus menggunakannya untuk kebaikan," ujar mantan kekasih Justin Bieber ini.
Selama ini, Selena Gomez telah terbuka akan perjuangannya dalam hidup, termasuk masalah kesehatan mental selama bertahun-tahun dan diagnosis lupus sejak 2014. Selena Gomez juga mencari pengobatan pada 2018 dan mengungkapkan pada 2020 bahwa ia mengidap gangguan bipolar.
"Tidak ada yang peduli dengan apa yang kamu lakukan. Ini tentang siapa aku. Baik-baik saja di tempat aku berada. Aku bersyukur masih hidup," imbuh pelantun "Calm Down" ini.
Dokumenter ini mencakup enam tahun kehidupan Selena Gomez, memberi pandangan mendalam tentang kehidupan perempuan 30 tahun ini.
"Semua yang aku lalui ada di sana. Aku lebih bahagia, dan aku (bisa) mengendalikan emosi dan pikiran dari sebelumnya," tutur Selena Gomez.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3366 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1394 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 801 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan