Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Guru SD Cabuli Lima Siswi Kelas III Dalam 3 Hari
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Way Kanan, Lampung, diduga mencabuli lima siswi kelas III. Guru berinisial DR (56) itu juga diduga memfoto alat vital para korbannya tersebut.
"Pelaku berinisial DR tersebut, kita tangkap 5 Oktober 2022 lalu dan pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur," kata Kapolres Way Kanan, AKBP Teddy Rachesna kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/10).
Kasus dugaan pencabulan tersebut terungkap setelah orang tua dari kelima korban melaporkan kejadian itu ke Polres Way Kanan bagian unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pekan lalu.
Berdasarkan keterangan dari para pelapor, kata Teddy, dugaan pencabulan yang dilakukan guru tersebut terjadi secara berturut-turut yakni pada 1 sampai 4 Oktober 2022 lalu.
"Kelima korban yang dicabuli tersangka berinisial D, PS, TNY, AW, dan MO. Para korban masih berusia 8 tahun dan semuanya siswi kelas 3 SD di sekolah yang sama," ujarnya.
Teddy menjelaskan tersangka DR awalnya diduga mencabuli korban D (8) pada Sabtu 1 Oktober sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu korban diajak ke sebuah rumah kosong yang berada di belakang sekolah.
"Setelah sampai dilokasi, tersangka memaksa korban masuk ke kamar mandi dan di situlah korban dicabuli dan tersangka juga mengancam korban agar tidak menjerit. Kalau menjerit, korban akan diturunkan kelas," katanya.
"Dari keterangan keempat orang teman korban, ternyata mereka juga diperlakukan yang sama (dicabuli) seperti korban D oleh tersangka DR oknum guru PNS tersebut," ujar Teddy menambahkan.
Lebih lanjut, Teddy mengatakan DR ditangkap di Kampung Negeri Sungkai, Kecamatan Gunung Labuhan, Way Kanan. Tersangka bersama barang bukti satu unit ponsel android dan pakaian korban dibawa ke Mapolres Way Kanan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka DR mengakui perbuatannya ke korban D pada 1 Oktober. DR juga mengakui tindakannya ke korban PS dan TBY pada 3 Oktober 2022 sekitar pukul 09.30 WIB serta ke korban AW dan MO pada 4 Oktober.
"Modus dan lokasi aksi pencabulan yang dilakukan tersangka DR ini sama, yakni dengan memanggil para korban lalu membawanya ke rumah kosong di belakang sekolah," ujarnya.
"Jadi di ponsel tersangka DR ditemukan bukti berupa foto-foto alat vital para korban yang memang sengaja difoto oleh tersangka," kata Teddy melanjutkan.
Atas perbuatannya itu, DR dijerat Pasal 81 ayat (3) atau Pasal 82 ayat (2) UU Nomor 17 tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8532 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5888 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3690 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2524 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar