Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Alasan Hong Kong Tak Sanksi Yacht Raksasa Crazy Rich Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemimpin Hong Kong John Lee mengatakan tidak ada "dasar hukum" bagi kota itu menindak yacht raksasa diduga milik crazy rich Rusia, Alexey Mordashov, yang sedang bersandar di perairannya.
Mordashov merupakan salah satu elit Rusia yang dikenakan sanksi Amerika Serikat buntut invasi Ukraina.
"Kami tak bisa melakukan apapun yang tak memiliki dasar hukum," kata Lee pada Selasa (11/9), dikutip dari Reuters.
Lee juga menegaskan Hong Kong hanya akan patuh pada sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Kami akan mematuhi sanksi PBB, itu adalah sistem kami, itu adalah aturan kami," ujarnya lagi.
Selain itu, Lee mengkritik langkah AS yang menerapkan sanksi ke sejumlah pejabat Hong Kong atas peran mereka membatasi kebebasan wilayah itu di bawah aturan keamanan China.
"Itu sangat barbar dan saya tidak akan berkomentar [atas itu]. Pejabat di Hong Kong melakukan apa yang benar untuk melindungi kepentingan negara dan kepentingan Hong Kong," ujar Lee.
"Kami hanya akan menertawakan apa yang disebut sanksi tersebut."
Sebagaimana diberitakan Reuters, kisruh ini bermula kala Hong Kong mengizinkan yacht milik Mordashov singgah di perairan Hong Kong pada pekan lalu.
Kapal pesiar mewah bernama Nord sepanjang 141 meter itu tampak berlabuh di Pelabuhan Victoria di Hong Kong. Kapal ini ditaksir seharga US$500 juta (Rp7,6 triliun).
Kementerian Luar Negeri AS mengkritik langkah Hong Kong tersebut. Menurut kementerian pemanfaatan Hong Kong oleh beberapa individu yang tengah menghindari sanksi dari beberapa yurisdiksi dapat membawa risiko reputasi.
AS juga mempertanyakan "transparansi" Hong Kong.
Mordashov sendiri merupakan seorang crazy rich Rusia yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin. Ia disanksi oleh AS dan Uni Eropa setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari karena hubungannya dengan Putin.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4521 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2335 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun