Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Belasan Karyawan Kafe di Ketewel Dites HIV/AIDS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dalam rangka mengecek dan monitoring penyaringan kasus baru HIV/AIDS di wilayah Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, digelar tes VCT (Voluntary Counselling and Testing) terhadap karyawan kafe di Ketewel.
Tes berlangsung Selasa malam (12/10). Kegiatan juga dikawal oleh Bhabinkamtibmas Desa Ketewel, Aipda I Kadek Sipin Wijaya bersama aparat Desa setempat dampingi petugas UPTD Kesmas Sukawati 1.
Baca juga:
5 Hal Yang Harus Diketahui Tentang HIV AIDS
Aipda Sipin Wijaya seizin Kapolsek, Kompol Decky Hendra mengatakan tim medis Sukawati 1 didampingi Kadus setempat melakukan ACT HIV/AIDS terhadap belasan karyawan hiburan di Desa Ketewel, Sukawati.
“Adapun lokasi antara lain di Cafe D'djarot, Kedai Karaoke Airion, Cafe Cangi Sari Desa Ketewel,” ujar dia.
Dalam pelaksanaannya petugas berhasil mengecek sekitar 15 karyawan cafe.
“Mengecek dengan mengambil sampel darah mereka,” jelas Bhabin.
Lebih lanjut dikatakan, kegiatan berjalan aman dan lancar kegiatan. Berkat pengawalan dari bhabinkamtibmas serta aparat desa, kegiatan berlangsung aman dan lancar. Tidak mendapat komplin dari pihak pengelola hiburan, karena demi kesehatan bersama kegiatan ini memang perlu dilakukan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3398 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1310 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 921 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 843 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 683 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun