Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Jalan Rusak, Truk Sampah Kesulitan Masuk TPA Temesi Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sopir truk yang hendak membuang sampah ke TPA Temesi mengeluh. Mereka kesulitan masuk TPA karena kondisi jalan di TPA rusak.
Salah satu sopir truk menyatakan jalan baru masuk TPA sudah bergelombang. “Di dalam situasi tambah parah. Jalan becek, hancur jalannya,” keluhnya.
Sopir dibuat tidak mengerti, karena saat masuk TPA terus dipungut biaya tiket oleh adat. Untuk roda 4 dikenakan Rp 20.000 dan roda 6 dikenakan Rp 30.000.
“Terus kena dudukan tiket saja. Tapi jalannya tidak diperbaiki,” ujar dia.
Sementara itu, Yayasan Pengelola Sampah Temesi, I Wayan Cakra mengakui banyak sopir truk yang mengeluh. Dimana dari saat masuk mendekati TPA Temesi jalan sudah mulai bergelombang dan di beberapa titik sudah berlubang.
“Ini karena beban jalan yang tinggi, ada ratusan truk melintas tiap hari ditambah lagi dengan musim hujan,” jelasnya.
Dikatakan, hambatannya adalah jalan becek usai diguyur hujan lebat beberapa hari terakhir. “Kesulitan masuk karena becek, sehingga butuh waktu yang agak lama loading sampah,” ujarnya.
Pihaknya menyarankan para sopir bersabar. “Kami sudah berusaha memperbaiki jalan yang rusak, juga kami sudah bersurat ke dinas terkait untuk mendapat penanganan,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3398 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1310 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 921 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 843 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 683 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun