Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 28 Mei 2026
Cina Rekrut Puluhan Mantan Pilot Tempur Inggris
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina dilaporkan telah merekrut lusinan mantan pilot militer Inggris. Mereka dipekerjakan untuk mengajari angkatan bersenjata Cina cara mengalahkan pesawat tempur dan helikopter Barat saat hubungan keduanya tidak begitu baik.
Seorang pejabat mengatakan sekitar 30 mantan pilot jet cepat dan beberapa pilot helikopter akan mendapatkan gaji hingga 240 ribu pound atau setara Rp4,2 miliar setahun. Mereka saat ini sedang melatih pilot Cina yang merupakan anggota Tentara Pembebasan Rakyat.
"Beijing secara aktif berusaha untuk mempekerjakan lebih banyak lagi mantan pilot militer dan spesialis lainnya dari seluruh Angkatan Udara Kerajaan (RAF), Angkatan Laut Kerajaan dan Angkatan Darat Inggris beserta personel dari negara-negara barat lainnya," kata pejabat Barat dikutip Sky News, Selasa (18/10/2022).
"Cina menggunakan perekrut pihak ketiga, termasuk sebuah perusahaan yang berbasis di Afrika Selatan, untuk menargetkan personel."
Pejabat itu menyebut perusahaan itu sebagai Akademi Terbang Uji Afrika Selatan, meskipun menekankan bahwa itu tidak ada hubungannya dengan Pemerintah di Pretoria.
Ia pun menjelaskan bahwa dalam skema perekrutan, Cina mencari pilot dengan pengalaman panjang menerbangkan pesawat tempur Inggris dan NATO lainnya, termasuk jet tempur Typhoon dan Tornado dan jet lompat Harrier. Semua armada ini juga diketahui ditugaskan di Kapal Induk Inggris.
"Ini bukan melatih pilot Cina dengan jet Barat. Ini membutuhkan pengalaman hebat bagi pilot Barat untuk membantu mengembangkan taktik dan kemampuan angkatan udara militer Cina," tambahnya.
London pun disebut telah bereaksi dengan adanya laporan ini. Layanan Intelijen Pertahanan Kementerian Pertahanan pada hari Selasa mengeluarkan 'peringatan ancaman' kepada personel dan mantan personel militer terkait pendekatan dari militer negara lain.
Pejabat, yang tidak disebutkan namanya itu, kemudian menyebut hal ini telah menimbulkan 'ancaman bagi Inggris dan kepentingan Barat' serta dipandang dengan 'keprihatinan dan ketidaksetujuan' oleh pemerintah. Ia menyebut pejabat sedang membuat skema untuk menarik pilot-pilot itu.
"Semua mantan personel militer Inggris, yang telah menerima pekerjaan untuk melatih pilot militer Cina, hampir pasti meningkatkan pengetahuan dan kemampuan militer Cina," ujar pejabat itu.
"Kami mengambil langkah-langkah untuk mencegah pilot saat ini dan mantan direkrut, dan kami ingin menghindari persepsi apa pun oleh Cina bahwa keheningan kami sebelumnya tentang masalah ini disalahartikan sebagai penerimaan atau persetujuan kami atas kegiatan ini."(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2224 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2116 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1563 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1458 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli