Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 26 Mei 2026
Menlu Madagaskar Dipecat Usai Kecam Pencaplokan Rusia di Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Madagaskar Andry Rajoelina memecat Menteri Luar Negeri Richard Randriamandranto setelah menteri itu mengecam pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia. Pemecatan Randriamandranto terungkap dalam dekrit yang ditandatangani Rajoelina pada Selasa (18/10).
Dekrit itu juga mengungkapkan Randriamandrantro digantikan sementara oleh menteri pertahanan. Namun, dekrit tersebut tak memberikan penjelasan mengenai pemecatan itu.
Sebagaimana diberitakan AFP, keputusan ini diambil setelah stasiun televisi pemerintah TVM melaporkan Randriamandranto bergabung dengan 142 negara lain untuk mengecam pencaplokan atas empat wilayah Ukraina di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pada akhir pekan, TVM melaporkan Randriamandranto mengambil keputusan itu tanpa berkonsultasi dengan Rajoelina atau Perdana Menteri Christian Ntsay.
Suasana kemudian semakin panas pada Senin (17/10), kala media-media menuduh Randriamandranto membangkang.
Randriamandranto sendiri menolak menjawab pertanyaan terkait keputusan Madagaskar di PBB pada Selasa (18/10), menimbulkan dugaan ia "membuat kerusakan."
Sementara itu, Rivo Rakotovao, yang bertanggung jawab atas koordinasi di partai oposisi HVM, mengatakan Randriamandranto adalah "orang yang gagal, [yang dipecat] untuk memperbaiki kesalahan diplomatik."
Sejauh ini, Madagaskar berupaya bersikap netral dalam merespons perang di Ukraina. Madagaskar juga menolak tekanan dari Amerika Serikat dan Eropa untuk menerapkan sanksi ke Rusia.
Penyelenggaraan pemungutan suara di Majelis Umum PBB ini dilatarbelakangi oleh keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencaplok empat wilayah Ukraina, yakni Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Pencaplokan tersebut ditolak oleh 143 negara, dengan lima negara lain mendukung aneksasi.
Sementara itu, 35 negara abstain dalam pemilihan ini. Beberapa di antaranya yakni China, India, Afrika Selatan, dan Pakistan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2169 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2018 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1495 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1383 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli