Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Warga Karangasem Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat
Akses Jalan Banyu Campah-Kebung Putus
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Setelah putus akibat tergerus air hujan beberapa waktu lalu, warga Desa Telagatawang dan Desa Talibeng, Sidemen, Karangasem bahu membahu membangun jembatan darurat.
Jembatan darurat tersebut dibuat warga menggunakan batang pohon kelapa dan bambu secara swadaya agar akses jalan penghubung Banjar Banyu Campah dan Banjar Kebung bisa dilalui kembali sekalipun untuk sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja.
Perbekel Desa Telaga Tawang, I Komang Muja Arsana dihubungi, Minggu (30/10/2022) mengatakan, proses pembangunan jembatan darurat mulai dilakukan pada Jumat (28/10/2022) lalu secara gotong - royong oleh warga dan selesai pada hari ini, Minggu (30/10/2022).
"Sebelumnya sempat rapat bersama warga dan tokoh masyarakat dari kedua Desa yang terdampak. Hasilnya disepakati untuk membuat jembatan sementara yang dikerjakan secara swadaya, dana dan bahannya berasal dari sumbangan masyarakat," kata Muja Arsana.
Untuk diketahui, peran jembatan tersebut dipandang sangat vital, pasalnya jalur tersebut dipergunakan oleh warga dari tiga dusun dengan jumlah penduduk sekitar 1.900 jiwa sekaligus sebagai salah satu akses yang menghubungkan dua Desa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4400 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1769 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1496 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 982 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 915 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun