Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Menkes Klaim Sudah Tak Ada Lagi Kematian Gangguan Ginjal Akut

Rabu, 2 November 2022, 19:28 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/Suara.com/Menkes Klaim Sudah Tak Ada Lagi Kematian Gangguan Ginjal Akut

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyebut, sudah terjadi penurunan drastis terkait kasus gagal ginjal akut di RI. Pelaporan pasien yang masuk rumah sakit juga sudah mulai melandai.

"Terkait gagal ginjal, sudah terjadi penurunan yang sangat drastis. Dari yang meninggal, tadinya 8-5 orang per hari sekarang 1 orang per hari. Untuk kasus, yang tadinya bisa 10-12 orang yang baru, sekarang sudah 1 paling banyak 2," tutur Budi usai Peluncuran Alkes oleh PT Astra Komponen Indonesia Tbk di Citeureup, Bogor, Jawa Barat pada Rabu, (2/11/2022).

Budi mengklaim, penurunan drastis kasus gagal ginjal merupakan buah hasil pemberhentian peredaran obat sirup, khususnya yang mengandung zat etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) secara berlebihan. Sekaligus berkat ditemukannya fomepizole, obat untuk penyakit gangguan ginjal akut progresif atipikal.

"Jadi sudah terjadi penurunan yang drastis sejak diberhentikannya obat cair. Dan juga terjadi penurunan yang drastis dari kematian karena adanya obat," ucap Budi.

Sementara terkait penyelidikan polisi mengenai dugaan pidana dalam kasus gangguan ginjal akut, pria yang akrab disapa BGS itu enggan berkomentar. Menurutnya, itu adalah ranah dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).

"Itu ranahnya BPOM, bukan saya," tandasnya.

Sebagai informasi, Kemenkes mencatat, kasus gangguan ginjal akur pada anak di Indonesia tembus 325 kasus per 1 November 2022. Dari data tersebut, 178 anak dilaporkan meninggal dunia. Penyumbang kasus terbanyak adalah DKI Jakarta. Kemudian disusul oleh Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Aceh, Sumatra Barat dan Bali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami