Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Putin Melunak, 'Kiamat' Ini Akhirnya Batal
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia sepakat untuk membuka kembali blokir koridor ekspor pangan dari Ukraina. Hal ini terjadi setelah Moskow mengaku mendapatkan jaminan yang cukup dari Kyiv terkait keamanan wilayah itu setelah armada angkatan lautnya diserang di Krimea.
Mengutip Al Jazeera, pengiriman dilanjutkan pada Rabu, (2/11/2022). Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Moskow akan juga turut serta berpartisipasi dengan catatan Kyiv tidak akan menjadi ancaman baginya,
"Rusia menganggap bahwa jaminan yang diterima, pada saat ini, cukup dan melanjutkan implementasi perjanjian," kata kementerian itu.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan sebelumnya bahwa Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah mengatakan kepada mitranya dari Turki bahwa kesepakatan biji-bijian, yang ditengahi oleh Turki dan PBB, akan terus beroperasi pada tengah hari pada hari Rabu.
"Pengiriman akan berlanjut mulai pukul 12 siang hari ini (16:00 WIB) seperti yang direncanakan."
Jurnalis Al Jazeera Resul Serdar mengatakan peran Turki dalam membawa Rusia kembali ke inisiatif tersebut menyoroti bahwa Ankara sekarang menjadi 'mediator de facto' antara Moskow dan Kyiv.
"Kita tahu bahwa Rusia selama akhir pekan telah menarik diri dari perjanjian itu ... tetapi setelah pembicaraan intensif antara Ankara, Moskow, Kyiv dan, tentu saja, keterlibatan PBB juga, tampaknya kesepakatan itu sekali lagi hidup dan berhasil," kata Serdar.
Sebelumnya, kesepakatan antara Kyiv dan Istanbul Juli lalu telah memungkinkan lebih dari 9,7 juta metrik ton biji-bijian dan bahan makanan lainnya meninggalkan pelabuhan Ukraina.
Ini mampu membawa bantuan yang sangat dibutuhkan untuk krisis pangan global yang dipicu oleh serangan Rusia ke Ukraina. Kedua negara diketahui merupakan produsen gandum yang cukup signifikan di dunia.
Berdasarkan ketentuan kesepakatan, yang diawasi Pusat Koordinasi Gabungan di Istanbul, kapal yang bergerak ke dan dari Ukraina diperiksa oleh tim gabungan pejabat Rusia, Turki, Ukraina dan PBB.
Namun Rusia pada hari Sabtu mengatakan untuk sementara menarik diri dari perjanjian. Moskow menuduh Ukraina menyalahgunakan koridor pengiriman yang aman untuk meluncurkan serangan pesawat tak berawak ke armada Laut Hitamnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4513 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2328 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1973 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1597 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun