Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Raja Haji Ahmad Tampil Sebagai Google Doodle Hari Ini
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Google Doodle hari ini, Sabtu (5/11/2022), menampilkan sosok bernama Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad. Raja Haji Ahmad adalah seorang sejarawan, cendekiawan, dan penulis terkenal yang memimpin kebangkitan sastra dan budaya Melayu pada abad ke-19.
Raja Ali lahir dalam keluarga ulama pada tahun 1809 sebagai pangeran Bugis-Melayu. Ketika dia masih muda, keluarganya pindah dari Pulau Penyengat. Ia belajar di bawah naungan ulama dari Kesultanan Riau-Lingga yang terkenal, dan diakui sebagai murid yang berbakat.
Sebagai seorang remaja, Raja Ali sering menemani ayahnya dalam misi ke Jakarta, dan ziarah ke Mekah. Sampai hari ini, keduanya adalah bangsawan Riau pertama yang mencapai prestasi ini.
Pada usia 32 tahun, Raja Ali menjadi bupati bersama Sultan muda dan akhirnya dipromosikan menjadi penasehat agama. Dalam perannya ini, ia mulai rajin menulis tentang bahasa, budaya, dan sastra Melayu.
Alhasil, karya-karyanya meliputi kamus Melayu, teks pendidikan tentang tugas raja, silsilah Melayu dan Bugis, antologi puisi dan banyak lagi. Pada tahun 2004, Raja Ali dianugerahi Pahlawan Nasional Indonesia atas kontribusinya pada bahasa, sastra, budaya Melayu, dan sejarah Indonesia.
Karya Raja Ali paling terkenal adalah Tuhfat al-Nafis atau Hadiah Berharga, yang dianggap sebagai sumber berharga dalam sejarah Semenanjung Melayu,
Hingga kini, tulisannya terukir di batu nisannya agar orang bisa membacanya saat berkunjung ke makamnya. (Sumber: Liputan6.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3773 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1715 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang