Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Arema FC Tentukan Markas Pasca Tragedi Kanjuhan Setelah Liga 1 Jelas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Arema FC menghormati keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang menyatakan tidak boleh berkandang di Malang pasca terjadinya Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Namun, manajemen tim belum menentukan akan bermarkas di mana.
Sesuai dengan keputusan Komdis PSSI, Arema FC hanya bisa menggelar pertandingan kandang dengan jarak 250 km dari lokasi kejadian yakni Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Hal ini berlaku sampai berakhirnya Liga 1 2022/2023. Selain itu, tim asuhan Javier Roca ini juga tak boleh didukung suporter setianya Aremania. Manajemen tim berjuluk Singo Edan itu akan menentukan kandang setelah adanya kejelasan format kelanjutan Liga 1 2022/2023.
Sampai sekarang belum ada keputusan pastinya.
"Kepastian dimana venue Arema FC setelah mendapatkan hukuman dari Komdis PSSI pasca tragedi Kanjuruhan tentu akan segera dipastikan menunggu keputusan format kelanjutan kompetisi nanti seperti apa," kata Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto dalam keterangan resminya, Minggu (6/11/2022).
Memang, Liga 1 2022/2023 belum ada kejelasan. Namun, PT LIB telah membuat opsi yakni 18 November, 25 November dan 2 Desember.
Akan tetapi, keputusan mengenai format kompetisi juga belum dipastikan. Ada wacana kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu akan menggunakan format bubble tanpa dihadiri penonton.
“Dua hal tersebut ( home away atau centralized bubble) masih menjadi bahasan. Namun kami yakin hal ini akan segera dipastikan secepatnya,” tambah Tatang.
“Soal adanya penolakan di supporter terkait format bubble dan tanpa penonton, kami sangat respect dengan hal itu. Sekali lagi, cukup Arema FC saja yang mendapatkan hukuman ini. Kami akan jalani dengan legowo,” pungkasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan