Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Diisukan Kabur, Penonton Konser We All Are One K-Pop Minta Refund
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Konser We All Are One K-Pop seharusnya digelar di Stadion Madya pada 10-12 November 2022. Namun seminggu sebelum acara, penyelenggara mengumumkan penundaan konser hingga tahun depan.
Hal tersebut diinformasikan Park Jai Hyun, CEO PT Coution Live Indonesia sebagai penyelenggara acara di Twitter, 5 November 2022. Atas penundaan ini, sejumlah penonton mengajukan refund atau pengembalian tiket.
"Konser dibatalkan h-7, kami meminta pengembalian tiket tapi respons sangat lambat. Refund our money!" kata @hs_lub***.
"Kaget banget loh, balikin duit gue, nyari duit susah-susah," sahut @mei_1***.
Tagar 'refund our money' pun menggema di Twitter sejak beberapa hari yang lalu. Bahkan banyak diantara mereka yang menduga bos dari penyelenggara acara ini telah kabur.
"Dicari: Bagi yang melihat orang di foto tersebut segera bawa ke polisi. Karena dia sudah menipu ribuan K-popers dan membawa kabur uang puluhan juta rupiah," demikian selebaran yang hadir di Twitter.
Lainnya, ada pula cuplikan pesan yang tersebar di Twitter, menerangkan bahwa sang CEO akan meninggalkan Indonesia.
"Kenapa tau dia akan kabur, karena dari pihak EXO-L (penggemar EXO) datang ke tempat dia menginap untuk meminta tanda tangan di atas materai untuk mengembalikan tiket," demikian keterangan yang hadir.
"Namun saat ditemui, CEO tersebut tidak ada di tempat," imbuhnya.
Terkait ditundanya konser, penyelenggara sudah memberikan update. Mereka akan memberikan opsi refund pada Minggu depan.
"Kami meminta maaf karena tidak bisa memberikan respons secara cepat," kata Park Jai Hyun dikutip dari official Instagram We All Are One K-Pop, Sabtu (12/11/2022).
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 540 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 397 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 396 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan