Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Bule Amerika Tewas Saat Larangan Mendaki pada Pujawali Pura Pasar Agung Masih Berlaku
beritabali/ist/Bule Amerika Tewas Saat Larangan Mendaki pada Pujawali Pura Pasar Agung Masih Berlaku.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Wisatawan asal Amerika Serikat mengalami kecelakaan dan meninggal dunia dalam perjalanan menuruni lereng Gunung Agung, Karangasem, Bali pada Jumat (18/11/2022).
Kejadian tersebut menjadi perhatian banyak pihak, pasalnya musibah ini secara kebetulan terjadi pada saat adanya larangan mendaki ke Puncak Gunung Agung serangkaian pujawali Purnama Kelima yang berlangsung di Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir, Desa Sebudi, Selat, Karangasem.
Menurut humas Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir, I Wayan Suara Arsana, seharusnya ada kesadaran dari semua pihak terkait dengan larangan pendakian ke Puncak Gunung Agung pada saat berlangsungnya pujawali di Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir.
Pasalnya, jika berbicara tentang Puncak Gunung Agung, tentunya tidak sebatas pendakian melalui Pura Pasar Agung saja melainkan secara keseluruhan dan hal ini sebaiknya menjadi perhatian serius dari semua pihak untuk mempertahankan kesucian Gunung Agung dan Pura itu sendiri.
"Imbauan itu berlaku untuk semua lingkar gunung, karena Pasar Agung adalah Gunung Agung secara keseluruhan bukan hanya di Sebudi saja. Tetapi kita tidak bisa melarang, oleh karena itu kembali kepada kesadaran umat masing - masing," ujarnya dihubungi, Sabtu (19/11/2022).
Terlepas dari unsur kelalaian pendaki, namun secara niskala tentu ada hal-hal yang tidak bisa diabaikan, mengingat Gunung tertinggi di Pulau Dewata ini sangat disucikan sehingga akan lebih baik selama Ida Bhatara Nyejer, agar sementara aktivitas pendakian ke puncak Gunung Agung ditunda sementara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun