Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Banjir Tukad Embah Api Rusak Jalan Pelintas, Warga Minta Normalisasi Alur Sungai
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Aliran banjir yang mengalir di Tukad Embah Api mengakibatkan jalur pelintas Tukad Embah Api penghubung wilayah Budakeling menuju Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem rusak berat.
Perbekel Desa Ababi, I Wayan Siki mengatakan, setelah diterjang banjir pada Jumat sore (2/12/2022) kondisi jalan pelintas tersebut kini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja. Tak sampai di sana, banjir juga merusak jembatan yang berada di jalan desa wilayah Banjar Bungbung.
"Tadi pagi setelah ditangani oleh PU, baru bisa dilalui kendaraan roda dua saja," ujar Siki kepada media ini, Sabtu (3/12/2022).
Menurutnya, peran jalur tersebut cukup vital terutama bagi warga yang hendak melintas dari Budakeling menuju Ababi. Begitu juga sebaliknya, jalur tersebut menjadi akses terdekat untuk warga Ababi pergi ke pasar yang ada di wilayah Budakeling.
Ia berharap, alur sungai tersebut bisa dinormalisasi karena kondisi di sepanjang jalur saat ini banyak pohon dan material sisa banjir yang menumpuk. Karena jika kondisi ini dibiarkan, khawatirnya jika kembali terjadi banjir maka air akan meluber ke pemukiman warga.
Bahkan banjir juga berpotensi mengancam bangunan Pura Dalem yang ada di wilayah Dusun Tukad Bungbung.
"Harapan kami sungai ini bisa dinormalisasi, karena alur tukad di jalur selatan banyak pohon dan material yang menumpuk pasca banjir," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4410 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1835 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1504 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 989 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 924 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun