Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Siswa di Gianyar Bergelantung di Angkot, Dapat Sorotan KPPAD
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Satu angkutan siswa yang melintas di Jalan Desa Mas, Kecamatan Ubud, cukup miris. Ada siswa yang naik dengan bergelantungan di pintu. Tentunya hal itu membahayakan.
Situasi itu mendapat sorotan dari Komisioner Komisi Penyelenggaraan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Kadek Ariasa. “Selama ini memang belum pernah ditemukan kecelakaan lalu lintas yang menimpa anak-anak dari korban angkutan gratis. Tetapi tidak ada salahnya dilakukan upaya pencegahan sebelum terjadi dan ada korban apalagi sampai ada yang meninggal,” tegasnya.
Kebijakan angkutan siswa gratis, kata dia, tetap diperlukan pembinaan dan pengawasan yang reguler serta ketat.
“Untuk sistem transportasi AngTis yang aman dan ramah untuk anak-anak,” ujar dia.
Pihak pemerintah maupun komunitas AngTis perlu meningkatkan perhatian terkait dgn aspek keamanan.
“Kondisi kendaraan betul dijamin layak jalan, kesiapan mental para sopir serta pengawasan jumlah penumpang siswa agar sesuai kapasitas sehingga diharapkan tidak ada yang harus menggelantung di pintu kendaraan yang potensial sangat membahayakan keselamatan anak,” jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1981 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1837 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1744 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1531 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun