Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Putin Eksekusi Mati Komandan Rusia di Perang Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang komandan militer Rusia yang berperang di Ukraina dilaporkan dieksekusi oleh pihak Moskow. Hal ini terjadi lantaran anggota unitnya meninggalkan garis depan secara massal.
Outlet berita independen Rusia, The Insider, melaporkan kematian Viktor Sevalnev, seorang mantan narapidana berusia 43 tahun. Ia sebelumnya berperang karena direkrut oleh Wagner Group, sebuah kelompok tentara bayaran untuk berperang atas nama Rusia di Ukraina.
Sevalnev mengepalai kompi senapan bermotor ke-7 dari apa yang disebut Republik Rakyat Luhansk (LPR) di Timur Ukraina. Ia telah dirawat di rumah sakit setelah menderita luka-luka dalam pertempuran.
The Insider mengatakan rekaman percakapan antara Sevalnev dan istrinya pada bulan November mengungkapkan bahwa dia telah diancam akan dieksekusi. Ini karena tentara di unitnya telah pergi.
"Jangan kirim orang ke sini...mereka ingin membunuh semua orang," katanya dalam sambungan telepon dengan istrinya Lilia, menurut laporan itu yang dikutip Newsweek, Selasa (6/12/2022).
"Hari ini saya, besok yang lain, itu saja. Kami hanya bahan pembunuhan (bagi mereka). Kementerian Pertahanan mengeksekusi orang. Mereka tahu bahwa kami (orang mati) dan mereka tidak peduli."
Menurut outlet berita itu, pada bulan November, unit Sevalnev mengalami kerugian besar. Beberapa tentara tewas dan sisanya ditinggalkan.
Istrinya mengatakan pihaknya diberitahu pada 1 Desember bahwa Sevalnev telah meninggal di wilayah Donbas pada 25 November. Ia menderita luka pecahan peluru dan pukulan kuat di kepala.
Aktivis hak asasi manusia (HAM) Rusia yang mengelola situs web antikorupsi Gulagu.net., Vladimir Osechkin, percaya bahwa Sevalnev bisa saja dieksekusi mati karena desersi bawahannya. Oseckhin juga menunjuk pada kematian baru-baru ini dari mantan narapidana lainnya, Yevgeny Nuzhin.
Nuzhin sebelumnya telah direkrut pada bulan Juli oleh Grup Wagner. Rekaman pembunuhannya diterbitkan bulan lalu oleh saluran Telegram yang terhubung dengan Wagner, Grey Zone.
Klip itu memperlihatkan seorang pria tak dikenal memukul Nuzhin dengan palu godam. Nuzhin telah memberikan serangkaian wawancara di Ukraina setelah dia ditangkap oleh pasukan Ukraina pada bulan September dan mengkritik pejabat Rusia serta mengatakan ingin berpindah pihak.
Putra Nuzhin, Ilya, mengatakan kepada Gulagu.net bahwa pihaknya ketakutan dengan apa yang terjadi dengan Nuzhin. "Seluruh keluarga kami menangis menyaksikan video itu... ia dibunuh seperti binatang," katanya.
Pimpinan dan pendiri Grup Wagner, Yevgeny Prigozhin, mengatakan rekaman itu adalah 'pekerjaan sutradara yang luar biasa yang dapat ditonton dalam sekali duduk'. Sementara Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan hal itu di luar kewajibannya.
Prigozhin juga membantah laporan pembunuhan Sevalnev saat didesak tentang masalah tersebut oleh Gulagu.net. Ia juga membantah bahwa Sevalnev telah direkrut oleh Grup Wagner.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2320 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1960 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1035 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun