Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Putin Beri Sinyal Soal Perang Nuklir
BERITABALI.COM, DUNIA.
Putin kembali memberi sinyal baru soal perang Rusia dan Ukraina. Ia dengan tegas mengatakan ancaman perang nuklir meningkat.
"Dalam hal ancaman perang nuklir, Anda benar, ancaman tersebut meningkat," tegasnya dalam pertemuan di Kremlin dengan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Rusia, Rabu waktu setempat.
"Mengenai gagasan bahwa Rusia tidak akan menggunakan senjata semacam itu terlebih dahulu dalam keadaan apa pun, maka itu berarti kita juga tidak bisa menjadi yang 'kedua untuk menggunakannya'," tambahnya.
Ia pun mengaku mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir. Namun tentu ada syarat kapan itu bisa dilakukan.
"Namun demikian, kami memiliki strategi ... kami mempertimbangkan senjata pemusnah massal, senjata nuklir," tegasnya dalam kesempatan itu.
"Semuanya didasarkan pada apa yang disebut serangan balasan. Yaitu, ketika kami diserang, kami menyerang sebagai tanggapan," ancamnya.
Dalam kesempatan itu, ia pun menyinggung bahwa Amerika Serikat (AS) telah menempatkan banyak senjata nuklir ke Eropa. Hal itu, tak dilakukan Rusia.
Meski begitu, ujarnya, Kremlin akan melakukan segala cara untuk melindungi sekutunya. Tapi ditekankanya lagi, bahwa senjata nuklir hanya tindakan pencegahan.
"Kami tidak gila. Kami menyadari apa itu senjata nuklir. Kami memiliki sarana ini, dalam bentuk yang lebih maju dan modern daripada negara nuklir lainnya. Jelas," katanya.
"Tapi kami tidak akan mengacungkan senjata ini seperti silet, berkeliaran di seluruh dunia. Tentu saja, kami melanjutkan dari fakta bahwa itu ada. Ini adalah faktor pencegah agar tidak memicu perluasan konflik," tambahnya lagi.
"Tetapi pencegah. Saya harap semua orang memahami ini," katanya lagi memperingatkan.
Perang Masih Lama
Sementara itu, dalam kesempatan sama, dikutip CNBC International dari terjemahan NBC, Putin mengatakan invasinya ke Ukraina bisa "lama". Perlu diketahui, saat ini pertempuran sudah memasuki bulan ke-10.
Dia menambahkan bahwa "tidak ada penarikan massal" dari posisi Rusia di Ukraina. Dari 300.000 tentara cadangan yang dipanggil selama wajib militer sebagian yang dicanangkan Putin awal tahun ini, ia berujar 150.000 sekarang berada di Ukraina.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8484 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5831 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar