Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Sehari Dua Kejadian Kebakaran di Karangasem Dipicu Api Dupa
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, setidaknya telah terjadi dua kali peristiwa kebakaran rumah yang diduga disebabkan oleh api dupa sisa persembahyangan di Karangasem.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah menerangkan, kebakaran terjadi bertepatan dengan hari Purnama, dimana banyak warga Karangasem yang melaksanakan persembahyangan.
"Ya kejadiannya bertepatan saat Purnama, jadi banyak warga yang melaksanakan persembahyangan, kemungkinan api dupa sisa sembahyang itu luput dari perhatian sehingga diduga menjadi pemicu musibah kebakaran kemarin," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (9/12/2022).
Berkaca dari musibah kebakaran yang terjadi, ia berharap warga senantiasa memperhatikan sisa dupa yang masih menyala setelah melaksanakan persembahyangan. Bila perlu, jika sudah selesai sembahyang, dupa yang masih menyala agar langsung dimatikan untuk mengantisipasi hal - hal yang tidak diinginkan.
"Ini perlu menjadi perhatian bersama, karena sudah kesekian kalinya peristiwa seperti ini terjadi, kami juga berharap agar Bendesa bisa ikut mensosialisasikan kepada warganya. Karena pastinya akan lebih dipahami karena ini menyangkut adat dan upacara keagamaan," imbuh Siki Ngurah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4410 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1849 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1505 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 991 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 924 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun