Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Kisah Pekak Kicen, Lansia Hidup Sebatang Kara Hanya Andalkan Bantuan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Di Banjar Suwat Kaja, Desa Suwat, Kecamatan Gianyar hidup seorang kakek atau pekak bernama pekak Kicen. Di usia menginjak 80 tahun, dia hidup sebatang kara dengan kondisi yang sudah renta.
Kakek ditinggal meninggal dunia oleh istrinya. Sedangkan, dia tidak punya anak. “Saya tidak punya anak. Dulu kerja ke sawah,” ujar dia.
Dengan usia senja, pekak tidak mampu menjadi petani di sawah. Ditambah sakit-sakitan tidak bisa jalan karena rematik. Sebagai petani, tidak banyak uang yang diperoleh Kicen.
Saat ini sekadar makan sehari-hari pekak Kicen mengandalkan bantuan pemerintah dan juga kebaikan para tetangganya yang bisa memberikan sedikit. Baik itu berupa beras maupun makanan.
Dia sama sekali tidak bisa beraktivitas, hanya bisa diam di rumah beliau yang sangat sederhana. “Saya masak sendiri. Makanan kadang yang membawakan, kasih beras, telur,” ujarnya.
Dia berterima kasih atas kepedulian para kerabat yang rela menyisihkan sedikit untuk keperluannya sehari-hari. “Terima kasih sudah dibantu,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4127 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun