Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Ribut Koalisi Jokowi Gara-Gara Rencana Reshuffle
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melempar sinyal akan ada perombakan atau reshuffle kabinet lagi sebelum masa jabatannya berakhir pada 2024. Hal itu diungkapkan oleh Jokowi pada Jumat (23/12) lalu sekaligus merespons hasil survei Charta Politika Indonesia yang menyebut mayoritas warga setuju ada reshuffle kabinet.
Rencana Jokowi tersebut membuat PDIP dan NasDem 'ribut'. Mereka terlibat adu mulut menyikapi wacana kocok ulang kabinet.
Awalnya, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya yang merupakan kader Partai NasDem perlu dievaluasi.
Menurut Djarot, dua menteri itu tak mendukung janji Jokowi. Salah satunya terkait ketahanan pangan.
"Mentan dievaluasi, Menhut dievaluasi, Menteri Kehutanan ya. Harus dievaluasi. Semua menteri juga harus dievaluasi. Supaya apa? Supaya ada satu darah baru yang segar, yang bisa mendukung penuh kebijakan Pak Jokowi," kata Djarot, Jumat (23/12) lalu.
Ia pun mempertanyakan alasan Kementan masih mengimpor beras setelah sekian lama swasembada. Ditambah lagi, saat ini harga beras sedang tinggi dan mulai masuk panen raya.
Politikus PDIP itu menilai kebijakan impor beras tersebut merugikan rakyat kecil, termasuk petani. Oleh sebab itu, ia berpandangan menteri terkait perlu dievaluasi.
"Saya termasuk yang prihatin ketika kita sudah di masa lalu, sudah gembar-gembor swasembada beras, ternyata kita impor beras ketika harganya naik," ujarnya.
Ketua DPP Partai NasDem tak terima dengan pernyataan Djarot. Irma mengingatkan Djarot tak asal bicara dan menegaskan bahwa reshuffle kabinet merupakan kewenangan penuh Jokowi.
"Reshuffle adalah hak prerogatif presiden. Sebaiknya Saiful Djarot jangan asal bunyi. Karena faktanya, dua menteri NasDem yang dia minta dievaluasi adalah menteri-menteri yang punya prestasi," kata Irma, Sabtu (24/12).
Menurut Irma, Siti Nurbaya memiliki segudang prestasi. Di era Siti, kata dia, peristiwa kebakaran hutan di Indonesia dapat ditekan dan udara jadi lebih bebas dari kabut asap. Penanaman mangrove pun masif dilakukan dalam rangka menjaga abrasi.
Menurut Irma, Yasin Limpo juga memiliki kinerja sangat baik. Ia meminta Djarot untuk melihat data mengenai impor beras yang terus berkurang selama Yasin Limpo menjabat menteri.
"Baca juga penghargaan apa saja yang sudah diperoleh Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian yang berkinerja baik," ujarnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4524 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2338 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1986 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1045 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun