Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Suami Siram Air Keras ke Istri dan Anak Hingga Tewas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang pria berinisial R (48) menyiram istrinya berinisial SS (31) dan anaknya berinisial KM (1) dengan air keras di Cengkareng, Jakarta Barat. Kedua korban tewas akibat disiram air keras.
Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo menyebut pelaku kabur melarikan diri menggunakan ojek online (ojol) usai menyiram istri dan anaknya.
"Pelaku langsung lari kabur dengan menggunakan ojek online," kata Ardhie dalam keterangan tertulis, Selasa (27/12).
Ardhie menyebut peristiwa itu terjadi pada Senin (26/12) sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah disiram air keras oleh R, kedua korban lari keluar rumah sambil berteriak meminta bantuan tetangga.
"Korban keluar rumah dan berteriak minta tolong kepada tetangganya bahwa dirinya telah disiram oleh suami menggunakan air keras sehingga mengenai badannya dan anaknya," ucapnya.
Setelah itu, tetangga korban membawa SS dan KM ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng untuk mendapatkan perawatan. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong.
Sampai saat ini, belum diketahui motif R menyiram istri dan anaknya hingga tewas. Polisi juga masih memburu pelaku.
"Untuk ibu kena bagian muka dan tangan sebelah kiri. Anaknya 1 tahun, kena di bagian dada tapi sebelah kanan. Sempat dirawat. Hingga akhirnya anaknya meninggal sebelum Maghrib. Ibunya meninggal sekitar setengah 9-an (malam)," ujar Ardhie.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4521 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2335 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun