Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Jurnalis Ditangkap Usai Video Presiden Sudan Selatan Ngompol Tersebar
beritabali.com/cnnindonesia.com/Jurnalis Ditangkap Usai Video Presiden Sudan Selatan Ngompol Tersebar
BERITABALI.COM, DUNIA.
Enam wartawan di Sudan Selatan ditahan atas kasus tersebarnya rekaman yang memperlihatkan Presiden Salva Kiir mengompol pada sebuah acara resmi. Hal tersebut dibenarkan serikat wartawan nasional, mengutip Reuters pada Minggu (8/1).
Rekaman pada Desember 2022 ini menunjukkan noda gelap menyebar ke bawah celana abu-abu presiden berusia 71 tahun itu saat dia berdiri untuk lagu kebangsaan di sebuah acara peresmian operasional sebuah jalan.
Kiir sempat menyadari hal tersebut, saat sudah tampak genangan di area tersebut. Video ini tidak pernah ditayangkan di televisi namun kemudian beredar di media sosial.
Presiden Persatuan Jurnalis Sudan Selatan Patrick Oyet mengungkapkan jurnalis yang bekerja untuk South Sudan Broadcasting Corporation milik negara itu lalu ditahan pada Selasa dan Rabu kemarin.
"Mereka diduga mengetahui bagaimana video presiden buang air kecil tersebar," kata Oyet kepada Reuters.
Sementara itu, Menteri Informasi Sudan Selatan Michael Makuei dan juru bicara Dinas Keamanan Nasional David Kumuri belum berkomentar atas penahanan enam jurnalis ini. Kiir menjadi presiden sejak Sudan Selatan merdeka pada 2011. Pejabat pemerintah berulang kali membantah desas-desus yang beredar mengenai kondisi kesehatan sang presiden.
Oyet melanjutkan wartawan yang ditahan operator kamera Joseph Oliver dan Mustafa Osman, editor video Victor Lado, kontributor Jacob Benjamin, dan Cherbek Ruben dan Joval Toombe dari ruang kontrol. Secara hukum, pihak berwenang Sudan Selatan diizinkan menahan tersangka hanya selama 24 jam sebelum membawa mereka ke hadapan hakim.
"Insiden itu cocok dengan pola personel keamanan yang melakukan penahanan sewenang-wenang setiap kali pejabat menganggap sebuah liputan tidak menguntungkan," kata perwakilan Komite Perlindungan Wartawan sub-Sahara Afrika Muthoki Mumo.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1011 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli