Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Belasan Pedagang Kaki Lima dan Pedagang Bermobil di Sesetan Ditertibkan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Untuk mengembalikan fungsi jalan serta trotoar, Kelurahan Sesetan pada Selasa (17/1) melakukan penertiban sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Pedagang Bermobil di seputaran Jalan Raya Sesetan dan Jalan Suwung Batan Kendal. Total 18 pedagang ditertibkan dalam kegiatan ini.
Lurah Sesetan, Putu Wisnu Wardana mengatakan, penertiban ini juga dilakukan untuk menjamin ketertiban umum karena selama ini telah menyebabkan kemacetan dan kesemrawutan.
"Penertiban PKL dan pedagang bermobil ini kami lakukan untuk mengupayakan kelancaran arus lalu lintas di seputaran wilayah Sesetan," terang Wisnu Wardana.
Penertiban ini sendiri, turut melibatkan unsur Satpol PP Kecamatan Denpasar Selatan, Linmas Kelurahan Sesetan serta unsur aparat TNI dan Polri.
Selama ini, pihak Kelurahan Sesetan juga telah melakukan pendekatan secara humanis melalui pemasangan spanduk larangan berjualan di atas trotoar maupun bahu jalan.
"Untuk itu, kami menghimbau warga masyarakat di Kelurahan Sesetan ini untuk dapat menaati aturan dan menjaga ketertiban. Mari jaga lingkungan ini bersama sama untuk menjadikan wajah Denpasar yang rapi dan tertata," ajak Wisnu Wardana.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4505 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2320 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1959 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1590 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1035 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun