Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 9 Mei 2026
Peluang Baru, Perusahaan di Sukawati Butuh 120.000 Buah Loofah per Tahun
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Yasminida Bali, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang eco-home living product atau alat kebutuhan rumah tangga dari bahan ramah lingkungan memerlukan 120.000 bahan baku buah loofah per tahun.
Perusahaan yang terletak di Jalan Raya Sukawati, Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar ini pun menggugah petani lokal di Gianyar untuk menanam Loofah atau yang dikenal juga dengan sebutan Gambas atau Oyong.
“Kami sangat membutuhkan bahan baku utama buah Loofah ini. Jika bisa disediakan oleh petani lokal kita di Gianyar alangkah bagusnya. Kami siap menyerap hasil panen petani,” ujar Yasminida Purwati, 36, selaku Direktur perusahaan.
Yasmin mengatakan penggunaan alat kebutuhan rumah tangga berbahan alami sangat diminati pasar dunia. Permintaan produk seperti spon cuci piring, penggosok badan, pembersih botol dan sejenisnya pun mengalir.
Yasmin demikian ia akrab disapa, mengatakan saat ini memiliki klien di 17 negara di belahan dunia. Sebut saja misalnya Jepang, Polandia, Mexico, Rusia, USA, hingga Hongkong. Produk yang dihasilkan pun, sebagian besar di ekspor ke luar negeri.
“90 persen untuk diekspor,” ujarnya.
Yasmin mengatakan pasar lokal sejatinya tak kalah ramai. Hanya saja, kekurangan bahan baku membuatnya menahan diri. Sementara saat ini, pihaknya baru bekerjasama dengan salah satu supermarket berjejaring di Bali, Tiara Dewata.
“Awal Tahun 2021 kami mulai melirik toko lokal. Hingga kini sudah ada 18 toko lokal yang kerjasama, masing-masing punya cabang,” jelasnya.
Baca juga:
7 Buah Yang Berkhasiat Menurunkan Asam Urat
Saat ini Yasmin memiliki sekitar 50 jenis perabotan rumah tangga berbahan ramah lingkungan. Seperti sendok garpu, sisir, sikat, pencuci botol hingga spon loofah. Nah untuk keterbatasan bahan baku buah loofah ini, Yasmin meminta pendampingan dari Pemerintah Kecamatan Sukawati.
“Sudah ada 7 Desa di Kecamatan Sukawati yang mulai menanam bibit buah Loofah ini,” imbuh Staf Kecamatan I Made Dwita.
Selain 7 desa, ada pula lahan seluas 1,5 hektar di kawasan Desa Batuan Kaler yang siap ditanami Loofah.
“Ini bisa jadi pertanian alternatif bagi petani untuk meningkatkan perekonomian. Harganya cenderung stabil, berbeda dengan bunga Pacah biasanya melonjak hanya di hari raya tertentu,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 910 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 760 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 579 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 544 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik