Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Jokowi: Tak Ada Resesi Seks di Indonesia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden Joko Widodo yakin Indonesia belum masuk fase resesi seks lantaran jumlah pertumbuhan penduduk yang masih mengalami peningkatan.
"Pertumbuhan kita di angka 2,1 dan yang nikah 2 juta, yang hamil 4,8 juta, artinya di Indonesia tidak ada resesi seks," kata Jokowi di pidato Rakernas Program Banggakencana dan Penurunan Stunting di Kantor BKKBN, Jakarta, Rabu (25/1).
Jokowi berpendapat penduduk yang terus tumbuh merupakan hal yang baik. Pasalnya, jumlah penduduk bisa dijadikan sebagai kekuatan ekonomi bagi sebuah negara.
"Masih tumbuh 2,1 ini bagus dan ingat bahwa yang namanya jumlah penduduk sekarang menjadi sebuah kekuatan ekonomi bagi sebuah negara," ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo yakin Indonesia masih jauh dari badai resesi seks. Ia mengatakan orang-orang di Indonesia menikah salah satu tujuannya untuk memiliki keturunan.
Hasto merinci jumlah perempuan yang hamil sebesar 4,8 juta setahun. Ia juga yakin 99 persen pasangan akan menjawab ingin punya anak setelah menikah.
"Di Indonesia mayoritas ingin punya anak. bahkan kalau mau Idulfitri belum hamil dia khawatir nanti ditanya. Jadi serius seperti itu. Jadi masih jauh lah dari resesi," kata Hasto.
Istilah resesi bukan hanya dimonopoli menimpa perekonomian, melainkan seks juga disebut-sebut bisa terkena badai resesi.
Resesi seks biasanya ditandai dengan angka kelahiran yang semakin menurun. Hal ini disebabkan karena masyarakat yang ogah menikah, bercinta, dan memiliki keturunan.
Negara China dan Korea Selatan belakangan ini disorot imbas ancaman resesi. Di China misalnya, Populasi penduduk di 13 provinsinya dilaporkan mengalami penyusutan drastis tahun lalu sehingga pertumbuhan penduduk melambat.
Sementara itu, data pemerintah Korea Selatan pada 2021, tingkat kesuburan di Korsel turun 0,03 persen menjadi 0,81 persen.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5957 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan