Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kraken Mengancam! Pengamat Ungkap Protokol Kesehatan yang Paling Ampuh
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Indonesia tengah menghadapi varian terbaru virus corona, yakni subvarian XBB.1.5 atau yang dikenal dengan nama kraken. Masuknya varian terbaru Covid-19 ini tentu membuat masyarakat kembali was was.
Apalagi, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah resmi mencabut PPKM yang selama ini menjadi protokol kesehatan Covid-19 di ruang publik. Lantas, apa yang perlu dilakukan masyarakat untuk terhindar dari infeksi kraken?
Direktur Pasca Sarjana Universitas Yarsi Prof Tjandra Yoga Aditama memberikan saran kepada masyarakat untuk tetap mengenakan masker, khususnya dalam keaadan yang berisiko tinggi. Contohnya saat berada di dalam pesawat terbang atau tempat tertutup yang ramai.
Cara itu, lanjut Tjandra, bisa membantu masyarakat agar tidak terkena kraken. Terlebih, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menjelaskan bahwa kraken merupakan bentuk Omicron yang paling mudah menular.
Kendati demikian, WHO juga menyatakan tidak ada bukti ilmiah bahwa kraken menimbulkan penyakit lebih parah. Ditambah ada kemungkinan varian tersebut dapat menghindar dari kekebalan tubuh yang sekarang sudah terbentuk, baik karena vaksin ataupun infeksi alamiah.
"Tentu ini masih fase-fase awal kemunculannya dan kita lihat perkembangannya di waktu mendatang," tambah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.
Tjandra melanjutkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) perlu mewaspadai perkembangan Kraken dengan tiga hal. Pertama mendeteksi adanya kemungkinan kasus, artinya dengan melakukan tes PCR dan pemeriksaan whole genome sequencing.
Kedua melakukan pelacakan kontak secara intensif karena kraken memang lebih mudah menular. Ketiga, Kemenkes diminta mengupayakan ketersediaan vaksin bivalen atau yang dapat untuk varian lama dan juga Omicron bagi masyarakat.
"Sambil nanti secara ilmiah dinilai kembali efektifitas vaksin kalau-kalau akan ada varian atau subvarian berikutnya di waktu-waktu mendatang," demikian saran dia.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan melaporkan subvarian Omicron Kraken atau XBB 1.5 terdeteksi di Indonesia pada pelaku perjalanan asal Polandia saat beraktivitas di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Menurut laporan, varian itu menjangkiti tubuh warga negara Polandia saat sedang beraktivitas di Balikpapan. Tetapi yang bersangkutan sempat berpindah ke beberapa tempat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kemudian berpesan pada masyarakat agar menahan diri beraktivitas di luar rumah apabila merasa tidak enak badan. Dia juga berpesan agar orang-orang memakai masker pada lokasi yang padat pengunjung. [ANTARA]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2730 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2023 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1958 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1798 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun