Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Pakar Ragukan Efektivitas Tank-Tank NATO di Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Para ahli meragukan tank-tank yang akan dikirim negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) termasuk Amerika Serikat bakal efektif jadi senjata tempur di Ukraina melawan Rusia. Sebelumnya, sejumlah NATO ramai-ramai berencana mengirim tank ke Ukraina.
Beberapa tank yang dipastikan bakal dikirim di antaranya M1 Abrams buatan Amerika Serikat, Challenger 2 buatan Inggris, hingga Leopard 2 buatan Jerman.
Tank-tank itu pada umumnya merupakan kendaraan tempur yang diklaim sangat canggih dan unggul di antara tank yang ada di dunia. Tank modern itu sendiri sudah sejak lama dinanti-nanti Ukraina untuk membantu prajurit mereka melawan Rusia.
Kendati demikian, sejumlah ahli perang tak berpendapat bahwa berbagai macam tank kiriman negara NATO tersebut bakal tak banyak membantu Ukraina menyerang balik Rusia.
"Mereka yang mengatakan 'berikan saja tank-tank itu!' tidak pernah mengetahui bagaimana cara membuat armada itu bekerja di medan perang," kata Mark Hertling, analis militer CNN yang pernah memimpin Divisi Lapis Baja ke-1 Angkatan Darat AS.
"Dalam pertempuran, melakukan beberapa kesalahan saja bakal menyebabkan bencana dan kegagalan. Tank yang mematikan berubah menjadi benteng yang tak bisa bergerak maupun menembak."
Para ahli juga menilai terlalu banyak tank hanya membuat pasukan Ukraina kesulitan apabila tank-tank itu rusak di medan perang. Sebab armada itu bakal susah diperbaiki karena suku cadangnya berada di negara asal.
Ambil contoh, apabila tank Abrams buatan AS rusak selama perang, akan sangat sulit memperbaikinya karena tak bisa langsung dibawa ke AS. Yang bisa dilakukan yakni mengirim ke depot perbaikan di Ukraina atau mungkin ke Polandia, menurut peneliti senior Drew Thompson.
Berbagai tank dari negara NATO memang bakal dikirim untuk membantu Ukraina menyerang balik Rusia. Namun, pengiriman itu sendiri bakal memakan waktu lama karena perlu melatih para prajurit untuk mengoperasikan serta merawat armada tersebut.
Baca juga:
Iran Diguncang Gempa M 5,9, Dua Orang Tewas
Banyaknya jenis tank juga dinilai memperlambat waktu pelatihan. Karena prajurit harus 'menghatamkan' cara operasi dan pemeliharaan masing-masing tank canggih itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan