Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Pedagang Pasar Rakyat Gianyar Akhiri Hidup, Diduga Kondisi Pasar Sepi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pada Kamis (9/2) pukul 06.30 WITA, bertempat sebuah sungai yang berada di sebelah Timur rumah korban di Lingkungan Kaja Kauh Kelurahan Abianbase Kec/Kab.Gianyar, telah diketahui adanya peristiwa orang meninggal dalam keadaan tergantung diduga gantung diri.
Korbannya, I Made Sudira (62) yang merupakan pedagang pasar rakyat Gianyar. Kejadian pertama kali diketahui oleh saksi Komang Suastama pada saat sedang tidur mendengar suara keponakannya yang berumur 8 tahun sedang menangis.
Baca juga:
Pedagang Pasar Baturiti Ngadu ke Presiden Beras Naik, Jokowi: di Semua Provinsi Memang Naik
Kemudian saksi terbangun dan menanyakan apa yang terjadi kepada keponakannya, dijawab oleh keponakannya bahwa korban yang tidak lain adalah kakeknya terlihat sudah tergantung di pinggir sungai.
Kemudian saksi mendatangi TKP yang berada di sebelah Timur rumahnya berjarak kira-kira 5 Meter. Di TKP saksi melihat korban sudah tergantung dengan mengunakan tali tambang plastik berwarna biru yg diikat pada sebuah tiang beton di pinggir sungai dan tubuh korban menempel di pinggir sungai.
Selanjutnya saksi berteriak minta tolong kepada warga sekitar untuk membantu mengangkat atau menurunkan korban.
Selanjutnya dibawa pulang ke rumah dan ditempatkan di kamar korban sambil menunggu kedatangan pihak Kepolisian dan pemeriksaan tim medis dari Puskesmas.
Pihak keluarga korban sudah mengikhlaskan kematian korban sebagai musibah dan tidak melaporkan kasus tersebut kepada pihak Polri. Saat ini jenazah korban masih dititipkan di RSUD Sanjiwani.
“Akan dilakukan pengabenan tanggal 15 Februari 2022,” ujar salah satu keluarga.
Terkait motif korban yang diduga kios dagangannya sepi. Keluarga korban tidak banyak memberikan keterangan. Namun menurut anak korban keseharian bapak berjualan di Pasar Rakyat Gianyar bersama istrinya.
“Kadang saya juga bantu, tapi bapak tidak pernah mengeluhkan apa-apa, tapi kios setiap hari buka,” ungkapnya.
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2647 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1267 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 908 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 830 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 657 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun