Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Sebar Video Hoaks Penculikan, Gung Kertawangsa: Saya Minta Maaf Informasi Keliru
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Video keliru mengenai penculikan anak di desa Bakbakan disebar oleh Gung Kertawangsa. Pria asal Kecamatan Blahbatuh itu telah dipanggil oleh Polsek Gianyar. Kertawangsa mengaku mendapatkan informasi yang salah.
Di hadapan polisi, Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Tomiyasa dan jajarannya, Gung Kertawangsa meminta maaf. Dia juga meminta maaf kepada publik lewat video klarifikasi.
“Saya meminta maaf atas informasi yang keliru,” ujar Gung Kertawangsa lewat video tersebut.
Sementara itu, adanya informasi penculikan anak yang menyebar di media sosial, diluruskan oleh Perbekel Desa Bakbakan, Gede Indra Ariwangsa. Dia mengajak masyarakat tidak resah dengan isu penculikan anak.
“Mohon masyarakat jangan resah, tidak ada informasi penculikan anak,” ujarnya, Jumat (10/2).
Pihaknya berharap kepada masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas. “Masyarakat tetap tenang, kita di desa terus berkoordinasi dengan Polsek Gianyar dalam keamanan desa. Di desa kondusif,” jelasnya.
Dia mengaku, orang Jember bernama Cahyadi yang masuk wilayah desa lewat jam malam dan naik ke atas motor. “Dia dicurigai, namun tidak ada bukti. Akhirnya dijemput keluarga,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2659 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1268 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 908 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 830 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 657 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun