Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Ratusan Warga Paro Nduga Mengungsi, Pilot Susi Air Belum Ditemukan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ratusan warga Distrik Paro, Nduga, Papua mengungsi usai terjadi pembakaran pesawat Susi Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada 7 Februari lalu. Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen M. Saleh Mustafa mengatakan Distrik Paro kini sudah kosong usai peristiwa pembakaran tersebut.
"Paro sudah kosong masyarakatnya," kata Saleh melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (13/2).
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kodam, evakuasi dimulai sejak Rabu (8/2). Ada 15 pekerja pembangunan Puskesmas di Distrik Paro yang dievakuasi oleh tim gabungan TNI-Polri ke Distrik Kenyam, Nduga.
Setelahnya, tim gabungan mengevakusi 25 warga menggunakan helikopter ke Distrik Kenyam pada Jumat (13/2). Kemudian pada Sabtu (11/2), sebanyak 33 masyarakat juga dievakuasi setelah berjalan melintasi hutan dari kampungnya di Paro.
Teranyar pada Senin (13/2), Tim Gabungan TNI Polri kembali mengevakuasi 167 warga. Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman mengatakan ratusan warga itu telah berjalan selama lima hari dari Distrik Paro ke arah Kenyam, Nduga melalui Quari Atas.
"Setibanya di Quari Atas, kemudian Satgas Satuan Organik Korem 172/PWY Yonif R 514/SY membawa para pengungsi tersebut dengan menggunakan 2 unit truk NPS, 1 unit mobil Hiluxmilik Satuan Organik Korem 172/PWY Yonif R 514/SY dan 3 unit Truk sipil dan 1 unit mobil Hilux," kata Herman dalam keterangan tertulis, Senin.
Sementara itu, nasib pilot Susi Air yang pesawatnya dibakar itu, Kapten Philips M masih tanda tanya. Pada awal peristiwa, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Operasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku menyandera pilot berkebangsaan Selandia Baru itu.
Milisi itu disebut aparat Indonesia dengan sebutan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
"Pilotnya kami sudah sandera dan kami sedang bawa keluar, untuk itu anggota TNI-Polri tidak boleh tembak atau interogasi masyarakat sipil Nduga sembarang, karena yang melakukan adalah kami TPNPB OPM Kodap III Ndugama-Derakma di bawah Pimpinan Panglima Brigjen Egianus Kogoya," demikian keterangan dari Juru Bicara Komnas TPNPB-OPM Sebby Sambom, Selasa.
Sementara pada Kamis (9/2), Panglima TNI Laksamana Yudo mengatakan pihaknya belum bisa menentukan keberadaan pilot pesawat
Ia menyebut saat peristiwa terjadi tidak ada saksi mata yang melihat.
"Karena dari awal kita enggak ada saksinya di situ, saat dibakar kemudian dia (pilot) larinya kemana, lari sendiri atau dibawa, ini sampai sekarang belum ada info, makanya saya juga belum bisa menentukan itu ditahan atau tidak oleh KKB," kata Yudo saat itu.
Belakangan, Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring menduga pilot tersebut masih hidup bersama KKB.
"Diperkirakan pilot Mehrtens saat ini masih ada bersama KKB dan untuk memastikannya aparat keamanan masih terus melakukan penyelidikan," ujar Brigjen Sembiring di Jayapura, Papua, seperti dikutip dari Antara, Minggu (12/2).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2256 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 950 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun