Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Jelang Setahun Invasi, Rusia Disebut Gempur Bakhmut Habis-Habisan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Rusia disebut menyerang habis-habisan Kota Bakhmut, Ukraina, demi merebut wilayah itu, menjelang satu tahun invasi mereka pada 24 Februari mendatang.
Baca juga:
Kekayaan Elon Musk Bertambah Rp731,1 Triliun
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan Moskow saat ini mengerahkan pasukan dan senjata dalam jumlah besar ke wilayah Ukraina timur tersebut. Laporan itu selaras dengan aduan pejabat setempat yang mengatakan serangan besar baru Rusia sudah dimulai.
"Kami melihat bagaimana mereka mengirim lebih banyak pasukan, lebih banyak senjata, dan lebih banyak kekuatan," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg seperti dikutip Reuters, Selasa (14/2).
Gubernur Luhansk dan Donetsk baru-baru ini mengatakan bahwa serangan baru Rusia menjelang satu tahun invasi sudah dimulai.
Pada Senin (13/2), Gubernur Luhansk Serhiy Haidai menyebut pasukan Rusia mulai menyerang Bilogorivka dari berbagai sisi.
Meski begitu, Reuters belum bisa memverifikasi laporan tersebut.
Mengenai laporan ini, pejabat militer Ukraina juga mengatakan bahwa seluruh wilayah yang mengarah ke Bakhmut saat ini sedang diserang gila-gilaan oleh pasukan Kremlin.
"Kota, daerah pinggiran kota, seluruh perbatasan, dan seluruh daerah yang mengarah ke Bakhmut dan Kostyantynivna berada di bawah penembakan yang gila dan kacau," kata wakil komandan batalion Svoboda Ukraina, Volodymyr Nazarenko.
Bakhmut belakangan memang menjadi tujuan utama Rusia untuk memberikan mereka pijakan baru di wilayah Donetsk. Perebutan wilayah itu juga dinilai bisa menjadi kemenangan bagi pasukan setelah berbulan-bulan mengalami kemunduran.
Serangan di Bakhmut ini sendiri dipelopori oleh tentara bayaran Rusia, Wagner Group. Wagner memang sempat membeberkan bahwa target mereka kali ini yakni merebut Kota Bakhmut.
Kementerian pertahanan Rusia juga sempat menyatakan pasukannya telah merangsek masuk beberapa kilometer di sepanjang garis depan. Meski begitu, mereka tak merinci di mana pasukan berada.
Sementara itu, militer Ukraina mengaku bahwa ada serangan Rusia di sepanjang garis depan. Sebanyak 16 permukiman pun telah dibombardir Rusia di dekat Bakhmut.
Namun, militer Ukraina melaporkan pasukannya sudah memukul mundur serangan di dekat Bakhmut. Mereka juga memukul mundur serangan di wilayah Kharkiv, Luhansk, dan Zaporizhzhia.
Sebelum ini, bos Wagner, Yevgeny Prigozhin, mengklaim pasukannya berhasil menguasai daerah di Bakhmut pada Minggu (12/2).
"Hari ini, Unit penyerangan Wagner merebut kota Krasna Hora [permukiman di Bakhmut Raion]," kata Prigozhin, seperti dikutip dari AFP.
Namun AFP belum bisa memverifikasi pengakuan tersebut secara independen. Klaim ini sendiri diutarakan setelah Prigozhin dalam sebuah wawancara mengungkap target Wagner berikutnya yakni merebut Kota Bakhmut.
Dalam kesempatan itu, Prigozhin mengatakan Rusia mesti menetapkan tujuan yang jelas soal perang yang akan memasuki setahun pada 24 Februari mendatang.
Dia berujar pasukan Moskow mesti membangun kehadirannya di Ukraina timur maupun merebut wilayah sebanyak-banyaknya. Menurut Prigozhin, perebutan Bakhmut merupakan kunci dari rencana itu.
"Bakhmut diperlukan agar pasukan kita bisa beroperasi dengan nyaman," kata Prigozhin seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (11/2).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2255 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 949 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun