Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Getarkan Turki
BERITABALI.COM, DUNIA.
Gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,4 melanda Turki pada Senin (20/2) atau dua minggu setelah gempa besar yang menewaskan puluhan ribu orang di Turki dan Suriah.
Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat Turki (AFAD), gempa tersebut melanda Defne, di Provinsi Hatay, wilayah bagian selatan Turki, yang dekat dengan perbatasan Suriah.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) juga melaporkan gempa berkekuatan 6,4 skala richter yang baru mengguncang Turki berada pada kedalaman 10 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 20.04 waktu setempat.
Seusai gempa 6,4 M pada Senin (20/2), AFAD memperingatkan orang untuk menjauh dari garis pantai sebagai tindakan pencegahan. Sebelumnya, wakil presiden Turki mendesak penduduk untuk menjauh dari bangunan yang rusak.
Gempa susulan yang kuat terus mengikuti gempa mematikan berkekuatan 7,8 pada 6 Februari 2023, yang sampai sejauh ini telah menewaskan lebih dari 46.000 orang di Turki dan Suriah.
Berdasarkan informasi AFAD, tercatat lebih dari 6.000 gempa susulan dialami Turki sejak gempa mematikan berkekuatan M 7,8 melanda Turki dan Suriah pada 6 Februari 2023.
Tim CNN di Adana, Turki, merasakan gempa tersebut, begitu pula saksi mata di Gaziantep dan Mersin.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4439 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2114 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1551 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 940 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun